PABRIK ROTIDahulu kami hanya bisa menikmati kelezatan sepotong roti dengan berteman secangkir teh diwaktu pagi, tanpa pernah terpikirkan dalam benak sanubari , bagaimana caranya untuk dapat membuat sepotong roti….! Susah , itulah jawaban yang terlontar , lebih enak langsung membeli dan tidak perlu repot-repot membuatnya….! Akan tetapi, belakangan kami baru menyadari, atas kesalahan prinsip hidup kami. Kami hanya bisa menjadi penonton tapi tidak bisa menjadi pemain,kami hanya bisa menggugat tapi tidak bisa berbuat, jiwa kami menjadi kerdil karena tak mau perduli. AWAL BERDIRI Aneh tapi nyata…..! itulah kiranya kata yang yang pantas diungkapkan untuk Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman,pimpinanAs-Syekh Habib Saggaf bin Mahdi. Melalui kecemerlangan ide kreatif yang dilontarkan olehn beliau, Dengan biaya lebih dari 36 juta rupiah, yang dihasilkan dari penjualan dan pengolahan sampah Pondok Pesantren, ahirnya berhasil mendirikan sebuah PABRIK ROTI, yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu kegiatan Wirausaha yang dikelola oleh para santri.Tidak kurang dari 500 kilograam tepung terigu, 350 kilogram margarin serta 100 butir telur dan bahan-bahan lainnya dihabiskan , untuk memproduksi 10.000 buah roti dalam satu hari. Dengan 15 orang santri yang bekerja secara bergantian dalam setiap harinya,menjadikan santri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman dari tingkat Aliyah dan Jamiah terampil dalam hal produksi khususnya roti. SEBUAH KEBANGGAAN Berbagai aneka rasa seperti keju, coklat, strawbery, moca, dan yang lainnya siap tersedia, Serta berbagai aroma seperti durian, pandan, mangga, dan berbagai aroma yang lain menjadikan roti Pondok Pesantren Al-Ashriyyaah Nurul Iman tidak kalah saing dengan hasil produksi roti dari pabrik-pabrik yang lain. Sebagai salah satu kebanggaan bagi kami Mr. Paul Wolfoitz “Presiden Bank Dunia” sempat berdecak kagum dan mengangkat ibu jarinya, ketika melakukan kunjungan kepondok pesantren Al-ashriyyah Nurul Iman serta mencicipi roti hasil buah karya dari para santri. |