|
Wawancara bersama Habib Saggaf |
|
Ditulis oleh Tim Reporter Nurul Iman
|
Wawancara Tentang Dunia Pendidikan Di Indonesia bersama Assyekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Assyekh Abubakar bin Salim
Hakekat Pendidikan Menjawab pertanyaan seputar keterpurukan Indonesia dalam berbagai dimensi, jawabanya adalah pendidikan. Untuk masalah sosial, ekonomi, politik, budaya dan lain-lain memang tak ada kata lain yang lebih pantas terpilih sebagai solusi. Bagaimana komentar Abah Assyekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abi Bakar bin Salim, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. Berikut wawancaranya dengan tim Reporter Nurul Iman:
Apa definisi pendidikan menurut Abah?
Pendidikan adalah usaha pembentukan kepribadian seorang pelajar agar dapat hidup terhormat dan bermanfaat. Intinya, dengan penddikan, seorang pelajar akan bisa hidup mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Lebih dari pada itu, ia dapat menjadi tumpuan harapan orang banyak. Di sekolah-sekolah pada umumnya, hal ini tidak di temukan. Sekolah hanya mengajarkan keterampilan dan penguasaan keilmuan tertentu,tanpa mengutamakan pembentukan diri dan perbaikan moral peserta didik. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
SBY,Dibutuhkan Bangsa Diakui Dunia |
|
Ditulis oleh Muhammad Mudzakkir
|
|
Pria desa kelahiran pacitan,9 september 1949 ini mempunyai segudang prestasi akademik. Beliau meraih gelar Master in Management Webster University, Amerika serikat (1991). Lalu melanjutkan studinya di IPB hingga meraih gelar Doktor Ekonomi Pertanian (2004). Pada tahun 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doktor Honoris Causa, dari almamaternya Webster University AS untuk ilmu hukum dan Thammasat Universityu Thailand untuk ilmu politik. SBY meraih lulusan terbaik AKABRI-AD tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun.Beliau meraih pangkat jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di dalam dan di luar negeri. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan territorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Pendidikan Memanusiakan manusia |
|
Ditulis oleh santri ponpes nurul iman parung
|
Seorang ibu berkata kepada anaknya, “Nak, kalau sudah besar kamu harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) biar hidupmu tidak susah. Jangan meniru bapak dan ibumu yang tiap hari harus jualan sayur di pasar. Biar bapak dan ibu saja yang bodoh dan susah cari uang. Lihat tetangga kita itu yang sekolahnya tinggi, hidupnya enak. Kamu harus mencontoh dia”. Sementara di lain pihak, seorang ibu berkata, “Buat apa sekolah tinggi-tinggi. Dokter sudah ada, menteri sudah ada , presiden cuma satu. Mending uang sekolahmu dibelikan sapi biar beranak pinak, lebih jelas hasilnya daripada harus dibayarkan untuk sekolah. Coba lihat si Joko, sekolah jauh-jauh tapi setelah selesai nganggur, akhirnya sekarang jadi sopir angkot”.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|