Foto H.Isya Anwar

  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren
  • Foto Bpk Pondok Pesantren

Pendapat Anda

Menurut anda tentang web ini
 
Air Ointika Hexagonal
Feed Berita

MANFAAT BESAR AIR HEXAGONAL REVERSE OSMOSIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEHETAN KITA

 

Jenih Tak Bearati Bebas Kuman, Bersih Tak Berarti Layak Minum

 

 

Memillih air minum yang bersih dan sehat memang sulit. Tingkat kejernihan air belum menjadi jaminan bahwa air itu bebas dari segala kontaminan dan aman untuk diminum. Satu-satunya cara untuk menilai apakah air bebas dari kontaminan adalah mememriksanya dibawah mikroskop, serta memlakukan jumlah analisis kimia. Pada hakekatnya semua secara alami mengandung bakteri. Bakteri yang berasal dari berbagai sumber, yaitu udara, sampah, lumpur, tanaman atau hewan yang mati dan kotoran manusia/hewan. Bakteri yang mencemari air dapat menyebabkan penyakit tifus, para tifus, disentri dan kolera. Selain bakteri didalam air juga tredapat kapang, amuba dan kadang-kadang irva dan cacing yang bisa menyebabkan gangguan kesehetan. Pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari senitasi air dengan jalan mendidihkannya. Sayangnya banyak orang yang tidak menyadari asal mendidih saja tidak cukup. Pendidihan pada suhu 100 derajat Celcius selama lima menit hanya mampu membunuh bakteri Vegetatif. Untuk menghancurkan spora bakteri didalam air, dibutuhkan suhu 115 derajat Celcius selama 30 menit.

Dalam usaha memnuji kebutuhan aiar terutama untuk diminum, pada umumnya kita berupaya memprolehnya dari air sumur, sumber air, air permukaan, air sungai/danau dan air PAM. Sekitar 75% penduduk Indonesia saat ini tregantung pada air dari PAM dan sumur. Masalah yang terdapat dalam air adalah rasanya tidak enak berwarna, atau tidak jernih, berbau, atau tercemar logam berat, serta kontaminan lain.

Air yang layak konsumsi harus mememnuhi standar tertentu, misalnya bebas kuman, bebas dari ja-jat toksik seperti logam berat, logam pelarut, alkohotolwen, Venal, dan lain-lain. Secara konvensional kita sudah mengenal prose pendidihan air sebelum diminum untuk membunuh kuman, namun sekarang bebas kuman saja tidak cukup. Berikutnya