 Khabar Maulid 2009 Prosesi Wisuda Mahasiswa STAINI Angkatan II dan Nikah Barakat By: Reporter Nurul Iman Pagi menjelang siang. Hari itu Bogor begitu cerah ketika Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman kembali mengukir sejarah. Tercatat tak kurang dari 405 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Tarbiyyah untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Syariah untuk Program Studi Al-Akhwal Al-Syakhshiyyah Sabtu 14 Agustus 2009 lalu, sukses mengikuti prosesi wisuda. Jumlah wisudan dan wisudawati ini meningkat jikalau dibandingkan dengan wisuda tahun lalu yang hanya meluluskan 239 mahasiswa dan mahasiswi. Acara yang dihadiri oleh puluhan ribu wali santri dari seluruh penjuru nusantara ini dilangsungkan di Masjid Thoha, Masjid Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman yang tak jarang difungsikan pula sebagai sentral berbagai acara resmi. Upacara diawali dengan dilantiknya Ummi Waheeda S.Psi, MA. Sebagai Rektor sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman menggantikan Prof. Dr. Ahmad Bachmid, L.C. oleh Pimpinan sekaligus Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Dr. Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abi Bakar bin Salim. Kesan puas dan bahagia begitu jelas terpancar dari wajah para wisudawan. Pasalnya, empat tahun bukanlah waktu yang singkat untuk duduk khidmat menekuni setiap mata kuliah yang disampaikan oleh para dosen. Terlebih ketika harus bekerja keras melakukan penelitian, menyusun sekripsi skripsi dan mempresentasikannya dihadapan para dosen penguji. Acara berlangsung sangat lancar dan syakral. Satu hal yang juga sangat menarik, unik dan pantas disimak adalah penyelenggaraan Pernikahan barakat antara santri putra dan putri Pondok Pesantran Al-Ashriyyah Nurul Iman. Upacara pernikahan yang dilaksanakan secara massal ini selesai dilangsungkan selama lebih kurang dua jam menjelang prosesi wisuda. Kegiatan yang mengusung tema “Tunaikan Sunah, Harapkan Berkah” ini diikuti oleh tak kurang dari 60 santri putra dan putri. Uniknya, kedua pasangan mempelai belum pernah mengenal secara dekat satu sama lain, apalagi melakukan hubungan yang biasa disebut pacaran. Semuanya dipercayakan sepenuhnya kepada panitia penyelenggaran pernikahan yang diangkat secara langsung oleh Abah selaku Pimpinan dan Pengasuh Pesantren. Proses khitbah dan ta’aruf dilangsungkan dengan begitu islami. Usai didapatkan kata sepakat antara kedua belah pihak, dalam hal ini termasuk kedua pihak keluarga, panitia kemudian mengurus segala tetek bengek persiapannya ke Kantor Urusan Agama dan instansi lain yang terkait. Menurt Abah, demikian sapaan akrab Guru Besar Pesantren, pernikahan barakat diselenggarakan dengan tujuan agar santri benar-benar matang dalam pendidikan. Bukan sekedar materi akademik, namun Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman juga memfasilitasi berbagai pendidikan yang berorientasi pada pembekalan kemampuan dalam bersosialisasi dengan masyarakat luas, tak terkecuali melalui program pernikahan ini. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah para santri dari perbuatan dosa. Usai menikah para pasanga suami-istri diposisikan sebagai pengajar di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, baik ditingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Ada juga yang ditempatkan di pusat kegiatan produktif milik pesantren seperti di Pabrik Air Hexagonal, Pabrik Roti, Pabrik Tahu-Tempe, Pabrik Pupuk Organik, Pertanian, Perikanan, Percetakan dan lain-lain sesuai kualifikasinya. Demikianlah penyelenggaraan dua haflah bersejarah; Wisuda dan Pernikahan Barakat. Kedepan, Pondok Pesanten Al-Ashriyyah Nurul Iman akan selalu melakukan perbaikan dan penyempurnaan guna mencapai prestasi demi prestasi yang lebih prestisius. |