Isra Mi'raj 3     Bulan Rajab adalah bulan yang dihormati manusia. Bulan ini termasuk bulan haram (Asyhurul Hurum). Banyak cara manusia menghormati bulan ini, ada yang menyembelih hewan, ada yang melakukan sholat khusus Rajab dan lain-lainnya. Di bulan ini juga, sebagian kaum muslimin memperingati satu peristiwa yang sangat luar biasa, peristiwa perjalanan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian ke sidratul muntaha menghadap Allah Swt Sang Pencipta alam semesta dan Pemeliharanya. Itulah peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa ini tidak akan dilupakan kaum muslimin, karena perintah sholat lima waktu sehari semalam diberikan oleh Allah pada saat Isra’ dan Mi’raj. Tiang agama ini tidak akan lepas dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.
Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Sebagai pesantren modern yang berhaluan ahlussunnah Wal Jama’ah selalu memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya sebagai salah satu wujud penghormatan kepada Rasulullah SAW dan juga terhadap datangnya bulan rajab .Isra Mi'raj 5
Senin, 24 April 2017 bertepatan dengan 27 Rajab 1438 Hijriyyah Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman memperingati Isra’ Mi’raj  dengan sangat meriah. Belasan ribu santri berduyun-duyun memadati Masjid Toha, begitupun para wali santri yang datang, mereka dengan penuh khidmad mengikuti acara dari awal sampai akhir.
Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB yang di mulai dengan Khataman Al-Qur’an 30 Juz, Khataman Alfiyyah Ibnu Malik 1002 bait, pembacaan Tahlil dan dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Ad-Diba’i yang menggetarkan hati para hadirin.. Setelah itu masuklah ke acara inti yang di buka langsung oleh Habib Muhammad Waliyullah, pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an, penayangan profil pesantren. Tidak ketinggalan pula Kreasi santri di tampilkan untuk lebih memeriahkan suasana yaitu marawis dari santri putri dan di susul dengan kreasi marawis dari santri putra. Isra Mi'raj 6
Acara dilanjutkan dengan tausiyyah pimpinan Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Al Habib Muhammad Waliyullah bin Syekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin salim. Dalam tausiyyahnya, Habib Muhammad  berpesan kepada seluruh santri dan hadirin salah satunya adalah untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah Swt terutama untuk tetap menjaga shalat berjamaah, karena shalat berjamaah mempunyai keistimewaan dan ganjaran yang lebih dari pada shalat sendirian. Peringatan Isra’ mi’raj ini juga supaya kita sebagai umat muslim bisa lebih dekat dengan Rasulullah SAW “Kita memperingati Isra’ Mi’raj ini supaya kita itu tambah pintar, dan tambah dekat dengan Nabi Muhammad SAW, menghormati perjuangan Nabi SAW supaya lebih cinta dengan Nabi” titah Habib dalam ceramahnya. Habib juga mengajak segenap santri dan hadirin untuk mendoakan yang mulia Umi Waheeda yang sedang sakit, itu juga kenapa umi Waheeda tidak bisa hadir dalam acara Isra’ Mi’raj ini. Isra Mi'raj 2
Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri, yakni wisuda Al Qur’an 30 Juz angakatn VI yang berjumlah 20 santri dan wisuda Alfiyyah Ibnu malik sebanyak 60 santri. Al Ashriyyah Nurul Iman sudah mencetak lebih dari 200 santri penghafal Al Qur’an dan juga ratusan pengkaji kitab klasik serta ilmu nahwu Alfiyyah Ibnu Malik.
Habib Muhammad Waliyullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa orang yang hafal Al Qur’an, hafal Alfiyyah Ibnu Malik, hafal Aqidatul Awam akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT didunia dan diakhirat. Habib juga memberikan motivasi besar kepada para hufadz bahwa akan lebih mudah menjadi pemerintah “Yang sudah lulus 30 Juz Al Qur’an dan juga Alfiyyah Ibnu Malik,  saya yakin kalian bisa jadi menteri, jadi pejabat pemerintah, karena yang tidak hafal Al Qur’an aja dan tidak hafal Alfiyyah saja bisa menjadi pejabat pemerintah, apa lagi kalian yang hafal” titah Habib memberi motivasi.Isra Mi'raj 2
Wildan fauzi, santri dari Lampung yang merupakan salah satu peserta wisuda Hafidz Qur’an mengaku senang dan tak menyangka bisa menghafal Al Qur’an dalam waktu 1,5 tahun “Ini sungguh sangat berkesan, saya senang bisa lulus dalam hafalan 30 juz ini, dan saya juga tidak menyangka mampu menghafal Al Qur’an, saya yakin semua orang juga bisa seperti saya menghafal Al Qur’an, asalkan punya niat yang kuat” ungkapnya. Sebagai seorang santri juga harus bisa membaca kitab kuning (kitab klasik_red) karena itu juga sebagai bahan kita menghadapi masyarakat nantinya “Santri harus bisa baca kitab, karena keluarga dan masyarakat akan menuntut kita sebagai santri, siap tidak siap kita sebagai santri harus mampu itu” kata Fajar Agung Febriansyah salah satu peserta wisuda Alfiyyah Ibnu Malik. Isra Mi'raj 4
Semoga peringatan Isra’ Mi’raj 1438 H ini mendapat limpahan barokah dari Allah Swt dan juga Rasulullah Saw. Dan semoga guru besar Umi Waheeda diberikan kesembuhan dan kesehatan kembali. Amin…Alfatihah !!!

Oleh : Budianto bin Darmo Pawiro, S.H (Redaksi)

facebook twitter

Leave a Reply