Pramuka racana syekh habib saggaf – Umi Waheeda Gugus depan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Kabupaten Bogor 11.119-11.120 menggelar seminar nasional Pramuka yang bertempat di Masjid Toha Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman  pada kamis pagi, (22/12). 3
Seminar yang bertajuk “Dedikasi Pramuka perguruan tinggi dalam mewujudkan wawasan kebangsaan” dilaksanakan dalam rangka  Hari Ulang Tahun (HUT) Racana Syekh Habib Saggaf – Umi Waheeda Gudep 11.119-11.120 Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dan di narasumberi oleh kak Sri Wigati, S. Pd., M.M. dari Dispotmar yang juga seorang aktivis Saka Bahari Nasional, Kapten Inf. Chusnun Anwaruddin dari dewan Saka Wira Kartika Kodim 0621 Kab. Bogor yang  juga menjadi Danramil Parung, Kak A. Kholiq Yulianto, S.E. dari Lanud Atangsanjaya yang juga merupakan Dewan Nasional Saka Dirgantara dan Kak Hadi Priawan, S.E. dari Pimpinan Saka Wanabakti Nasional.
Seminar ini di hadiri oleh ribuan Mahasiswa dan Mahasiswi STAI Nurul Iman dan juga tamu undangan di antaranya: Kak Ramadhani anggota radip dari Universitas Diponegoro Semarang, Kak Nina Shaqina dari PADKN, Kak Didin. K dari Lanud ATS, Kak Suparno dari Koramil Parung, Kakwaran Parung Kak Sri Niarti , Kak Tio dan diki dari pamong Saka Taruna Bumi Jakbar, Kak Edi Sutrisno Pembina MH. Thamrin, Pembina Saka Bhayangkara Parung Kak Ika Sulismaningsih dan Kak Husen dan masih banyak yang lainnya.1
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang di buka langsung oleh Ust. Jalil, S.Pd. I. dan dilanjutkan dengan prosesi adat Racana serta pembacaan sandi Racana oleh Kak Ujang, Kak Mu’tilah dan Kak Fauzan.  Kemudian pembacaan ayat Suci Al-Qur’an, penayangan profil yayasan dan kaleodoskop Racana. Hadirinpun di buat memukau oleh kreasi seni Racana yang menampilkan kolaborasi hebat yang menggabungkan permainan tongkat, sandi morse , dance dan atraksi pencak silat ala racana. Acara dilanjutkan dengan sambutan dan seminar.4
Pembina gugus depan Pramuka Al Ashriyyah Nurul Iman Ustadz Mahbub Zuhri, M. Pd, berharap bisa mewujudkan  santri Nurul Iman yang berjiwa pramuka dan mampu menjadi contoh “Di Nurul Iman kami akan berusahan mewujudkan Pramuka yang santri dan santri yang berjiwa pramuka” tegas Ustadz Mahbub. “Semoga departemen agama juga akan melihat bahwa Nurul Iman menjadi pesantren percontohan dan kami juga akan mewujudkan  Pramuka Nurul Iman untuk menjadi Pramuka percontohan” pungkasnya.
Dalam  seminar yang bertajuk wawasan kebangsaan ini, salah satu nara sumber Kak Hadi Priawan, S.E. yang juga seorang wali santri di Nurul Iman menegaskan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus membela tanah air dan menjadi pribadi yang unggul dengan menjadi santri yang berjiwa pramuka. Beliau pun kagum dengan semua kegiatan yang ada di Nurul Iman yang merupakan wujud bela Negara dan menunjukan Islam yang Rahmatan lil ‘alamin. “Semoga pesantren-pesantren di Nusantara bisa mencontoh Al Ashriyyah Nurul Iman” Tegasnya. Di akhir materinya, beliau memperkenalkan teknologi biopori yang merupakan teknologi lokal berupa lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata salah satu ilmuan lokal peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Kak Hadi pun memberikan dua alat untuk membuat lubang biopori untuk Nurul Iman yang diterima langsung oleh Ust. Mahbub. kak Sri Wigati pun mengaku terkesan dengan santri Nurul Iman “Luar biasa, baru pertama ini saya menyaksikan santri-santri yang begitu hebat, santri yang gaul, saya fikir santri hanya beorentasi pada bacaan kitab saja, tapi yang saya lihat tadi benar-benar keren” ungkapnya.2
Acara seminar Pramuka ini merupakan seminar terbesar yang di selenggarakan oleh dewan Racana. “Seminar ini merupakan seminar terbesar yang pernah kami selenggarakan, karna biasanya kita mengadakan seminar di gedung Taekwondo yang pesertanya terbatas dan hanya anggota Pramuka saja, tetapi Alhamdulillah seminar kali ini kami bisa mengadakannya di Masjid Toha yang bisa di ikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi STAI Nurul Iman” kata salah satu panitia kegiatan dan juru adat racana, Kak  Ujang Muhammad Akbar.

Dilaporkan Oleh : Budianto bin Darmo Pawiro, S.H. (Pemimpin  Redaksi)

Leave a Reply