Pembina Yayasan Umi Waheeda dan Pimpinan Yayasan Habib Muhammad Berfoto bersama Ustaz Aldhaw Awad Al Karim, M.A. yang Mengajar Bahasa Arab di Nurul Iman
Pembina Yayasan Umi Waheeda dan Pimpinan Yayasan Habib Muhammad Berfoto bersama Ustaz Aldhaw Awad Al Karim, M.A. (keempat dari kiri) yang Mengajar Bahasa Arab di Nurul Iman

Demi meningkatkan kualitas pendidikan, Nurul Iman tidak hentinya melakukan berbagai inovasi di berbagai bidang. Seperti baru-baru ini, Nurul Iman mendatangkan guru bahasa Arab yang berasal dari Sudan, Afrika Utara. Guru tersebut ialah Ustaz Aldhaw Awad Al Karim, M.A., warga kelahiran Sudan pada 1 Januari 1967 silam.

Ustaz Aldhaw mengetahui Nurul Iman saat bertemu dengan Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Umi Waheeda pada Konferensi di Jambi. Sejak itulah Ustaz yang sejak tahun 2003 silam tinggal di Indonesia ini berkomitmen untuk mengajar di Nurul Iman. Saat ini beliau mengajar para guru dan mahasiswa STAI Nurul Iman.
Dengan fasih berbahasa Arab, Ustaz Aldhaw mengaku belum pernah menemukan sistem pendidikan yang luar biasa seperti Nurul Iman.

“Saya belum pernah melihat ada pondok seperti ini, bisa gratis, padahal santrinya banyak. Di Indonesia pun saya belum pernah menemukan. Di Sudan ada, tapi khusus pondok untuk hafal Quran,” ungkap Beliau kepada Tim Website Nurul Iman.

Sebagai orang yang menyelesaikan pendidikan hingga S2 di Sudan, Ustaz Aldhaw mengatakan jika sistem yang diterapkan di Nurul Iman khususnya pesantren di Indonesia memiliki perbedaan yang cukup jauh. Di negara-negara Afrika khususnya jarang ada pesantren yang menggabungkan antara ilmu agama dengan ilmu umum terlebih kesenian dan olahraga seperti halnya Nurul Iman.

“Di Indonesia khususnya Nurul Iman sangat bagus, di sini santrinya lebih aktif, adab kepada guru itu sangat bagus. Mereka bisa mengaji Al-Quran dan bisa kesenian dan olahraga seperti Tae Kwon Do di Nurul Iman, di sana (Sudan) jelas beda,” tambah ustaz yang sedang menyeselsaikan S3 nya di UIN Syarif Hidayatullah itu.

Dibidang kemampuan Bahasa Arab, Ustaz yang hobi qiraah ini menilai bahwa santri Nurul Iman cukup bagus. Karena selain di Nurul Iman beliau juga mengajar di beberapa pesantren dan Universitas Al-Azhar Jakarta. Kendati masih banyak hal yang harus ditingkatkan, namun Beliau yakin jika santri Nurul Iman mampu dalam segala bidang.

“Nurul Iman harus mempunyai lingkungan bahasa, dalam hal pengumuman, atau informasi harus pakai bahasa. Harus berani bertanya, jangan malu-malu, dan cari teman yang baik,” jelas Bapak dari tiga anak ini.

Saat ditanya harapan beliau kedepan, Ustaz Aldhaw mengaku akan menjadi warga negara Indonesia bahkan akan mengabdi di Nurul Iman selamanya. Diakhir penyampaiannya, beliau mengungkapkan bahwa Nurul Iman harus menjadi center (pusat) dari segalanya.

“Saya berharap Nurul Iman bisa menjadi lingkungan bahasa, pusat segalanya di Indonesia bahkan di dunia. Bangunlah di sini pusat bahasa bahkan nanti harus buka cabang-cabang di Singapura, Malaysia, dll,” pungkas Ustaz Aldhaw.

Leave a Reply