Nurul Iman News – Sebanyak lima pesantren unggulan yang merupakan delegasi One Pesantren One Product (OPOP) dan mewakili Provinsi Jawa Barat dalam mengikuti kegiatan pameran produk di ajang 7th Organization of Islamic Cooperation (OIC) Halal Expo and 5th World Halal Summit 2019 di Istanbul, Turki pada tanggal 28 November hingga 1 Desember 2019 sukses menjaring sejumlah perusahaan besar untuk mengikat komitmen bisnis.

Kelima pesantren berharap, melalui pameran tersebut akan terbuka pasar luas, sehingga bisa memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkolaborasi dengan pesantren lain untuk memenuhi permintaan. Dengan demikian, ekonomi umat akan semakin kuat. Program ini juga merupakan jembatan untuk membuka pintu gerbang bagi produk-produk pesantren menuju pasar ekspor, khususnya ke wilayah Eropa Timur.

Kali ini harapan kelima pesantren tersebut mulai terjawab dengan membanjirnya pesanan dari Benua Eropa, Afrika dan Asia atas produk-produk kelima pesantren tersebut. Berawal dari Koppontren (Koperasi Pondok Pesantren) Husnul Khotimah mendapat pesanan satu container keranjang bambu untuk pengiriman ke Bosnia. Keranjang bambu dinilai cocok dengan karakter konsumen Bosnia yang melek isu lingkungan. Pimpinan Bosnia Tour dan Travel, Mirza Omerhodzic mengatakan, sekarang ini masyarakat Eropa sudah beralih kepada isu go-green, termasuk dalam hal wisata. Sebagai pengelola wisata halal, dia dituntut untuk memberikan layanan ramah lingkungan. “Saya melihat keranjang bambu ini bagus sebagai wadah untuk souvenir. Kami perlu untuk souvenir pernikahan karena kami juga punya usaha wedding organizer. Bahannya unik dan tentu ramah lingkungan,” katanya.

Koppontren Al-Ittifaq Kab. Bandung berhasil menggaet Vizyon Team yang memerlukan buah-buahan, sayuran, jahe, dan lengkuas. Selain itu juga Europe Vital akan membeli jahe, lengkuas, dan kayu manis sebanyak 2 feet container.  “African Tide membutuhkan kunyit dan jahe, Empire Qatar meminta kopi, serta perusahaan-perusahaan Turki membutuhkan sayuran dan tanaman obat,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Pesantren Al-Ittifaq, Setia Irawan.

Sementara itu, Perusahaan tour dan travel internasional meminta Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung menjadi mitra wisata halal di Indonesia. Mereka meminta Pesantren Daarut Tauhiid untuk memberikan informasi daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan Timur Tengah di Indonesia. Perusahaan travel yang mengajak Pesantren Daarut Tauhiid bekerjasama diantaranya adalah tour and travel dari Jordania. Selain itu, juga tour and travel dari Uni Emirat Arab (UEA), Bulgaria, dan lain-lain.

Manajer Kontrak dan Tender Dallah Group Jordania, Hiba Al-Qadi, mengatakan, bagi calon wisatawan Timur Tengah informasi wisata halal di Indonesia sangat minim. Umumnya, wisata halal yang mereka ketahui adalah Malaysia. Ia mengatakan, Dallah Group Companies akan datang ke Pesantren Daarut Tauhiid untuk mempelajari kerjasama wisata halal. Mereka juga akan membawa turis Timur Tengah ke Indonesia. Perwakilan Pesantren Daarut Tauhiid, Tommy Satyagraha, mengatakan, pihaknya siap menjadi partner karena selama ini juga Pesantren Daarut Tauhiid mengembangkan perusahaan travel dan wisata halal. Pesantren Daarut Tauhiid, menurut dia, bisa menawarkan wisata eksotik ke Pulau Komodo, Raja Ampat dan lain-lain.

Sementara itu, Perusahaan GISB Malaysia ingin menjajagi pembelian udang Vaname dari Pesantren Al Idrisiyyah. GISB Malaysia membutuhkan suplai udang satu container per bulan. Pesantren Al Idrisiyyah juga mendapat komitmen pengadaan kerajinan tas pandan dari Perusahaan Sonaydemirci. Perusahaan ini ingin menjadi reseller produk kerajinan bambu dan tas jinjing untuk Eropa. Pesantren Al Idrisiyyah juga menerima pesanan sendok pengaduk kopi dari bambu dari perusahaan mesin pencuci piring Turki. Seperti diketahui, kafe-kafe di Eropa sudah mulai meninggalkan pengocek dari plastik.

Sementara itu, selain menerima tawaran konsultasi sistem pendidikan kemandirian pesantren, Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic boarding School juga menerima pesanan beras dan beras campur jagung yang dinamai BERNI (Beras Nurul Iman). Bahkan jumlah pesanannya mencapai dua container.

Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman juga menerima pesanan kopi dari beberapa perusahaan. Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman sendiri juga memproduksi kopi berkualitas dengan produk kopinya yang terkenal yaitu kopi hijau (Green Coffee) khas Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic boarding School.

Sejumlah pihak juga menyatakan ketertarikannya terhadap sabun karbon aktif produksi Nurul Iman. Apalagi, bahan karbon aktif yang digunakan mampu memperhalus kulit, mengangkat sel-sel kulit mati dan segudang manfaat lainnya untuk kesehatan kulit.

Kelima pesantren ini juga memperoleh kesempatan untuk diajak bertransformasi digital oleh Perusahaan Konsultan Teknologi Informasi (TI) Dunia, Archytas Blockchain Consultancy dengan menggunakan Metode Blockchain yang akan diterapkan dalam bisnis kelima pesantren masing-masing yang telah dikembangkan sampai saat ini.

Dalam ajang ini juga membuka pasar luas untuk lebih mempromosikan dan meningkatkan ekspor produk-produk Indonesia khususnya Provinsi Jawa Barat terlebih lagi bagi pesantren-pesantren di Indonesia untuk mempromosikan sampai mengekspor produk-produk pesantrennya sampai ke pasar luas Benua Eropa, Afrika dan Asia. Dengan demikian, ekonomi umat akan semakin kuat.

 

Website Al Ashriyyah Nurul Iman – Muhammad Chanafi