Nurul Iman News—PTIQ Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) kerjasama pesantren-STAI Nurul Iman di Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School yang bertempat di Gedung Serba Guna Nurul Iman, Senin(03/07/2022).
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diadakan setiap pembelajaran akhir di PTIQ Jakarta. Kegiatan diskusi yang berlangsung dengan gaya talk show ini, membahas tentang kemandirian pondok pesantren dan perguruan tinggi yang sustainable dan mandiri secara ekonomi. Dan salah satu pembahasan penting yang menjadi perhatian mahasiswa S2 adalah bagaimana menciptakan generasi pendidik yang ikhlas dan berpedoman Al-Qur’an pesantren mampu menunjang seluruh kebutuhan santri secara gratis dan berkualitas mulai dari tempat tinggal, makan dan minum, Kesehatan, serta Pendidikan sesuai dengan motto Nurul Iman Free And Quality Education Supported By Social Entrepreneurship.
Intinya kita setiap pembelajaran akhir, khususnya pembelajaran saya di management lembaga dan pembelajaran, itu tidak cukup dengan hanya belajar di ruang kelas .Tapi perlu mengenal lembaga-lembaga pendidikan itu di masyarakat. Jadi mahasiswa S2 ini orang yang disiapkan menjadi manager, jadi tidak jangan terjun masyarakat ndak punya modal pengalaman. Saya yakin mereka juga punya pengalalman, tapi kita cari orang- orang yang berpengalaman. Dari mereka-mereka yang sudah berhasil membangun, ada yg membangun dari bawah ada yang memang punya modal untuk membangun. Itu yg harus kita sinkronkan, supaya paham dan tidak kaget ketika menjadi pemimpin sekolah atau lembaga. Jadi tidak putus asa, kalau tidak punya modal dan kalau punya modal juga tidak sombong.
Nurul iman itu inputnya banyak, outputnya banyak. Artinya lahannya luas, mahasiswanya banyak ataupun pelajarnya banyak, tapi banyak itu kan tidak mudah. Nah, bagaimana mengelola yang tidak mudah itu, tapi menjadi mudah. Kalau orang berfikir hanya hubungan manusia, susah. Tapi disini ternyata ada rahasia tertentu yang ingin saya dapati, apa rahasia hubungannya dengan Allah. Saya merasakan istimewanya disitu, saya cari kampus lain mana ada yang begini.
Pesan. Kita harus banyak membaca, karena generasi mahasiswa adalah generasi berfikir. Yang kedua, kita harus menjadi enterpreneur, jadi kita harus kreatif, kritis, kritis terhadap sesuatu jadi kita bukan sekedar ikut-ikutan. Itulah prinsip mahasiswa, kalau nurul iman saya sarankan perbanyak baca Al-Qur’an, kita membaca bukan karena kejar khatamnya, pahami, dipahami maknanya, dan kita coba amalkan. Sedikit-sedikit kita amalkan, karena kalau kita sudah berselancar dengan ilmu di al-qur’an, itu tidak akan selesai.

Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School