Nurul Iman News,- Kali ini puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affair (CSS MoRA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta datang berduyun-duyun memadati Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dalam agenda rihlah pada Sabtu (16/03) 2019.

Sebanyak 90 mahasiswa yang tergabung dalam komunitas santri penerima beasiswa ini melaksanakan kegiatan rihlah (studi banding) dengan mengunjungi unit-unit usaha Nurul Iman. CSS MoRA UIN Jakarta membidik Nurul Iman sebagai salah satu dari empat tempat yang mereka kunjungi karena dinilai berpotensi meningkatkan SDM. Di samping itu, Nurul Iman juga tidak hanya memberikan pembelajaran secara teoritis saja, namun juga secara praktis.

“Kami melihat Nurul Iman adalah pesantren yang unik, karena mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan. Banyak pesantren mengajarkan berbagai keilmuan, tapi tetap menjaga nilai tradisi pesantren, salah satunya ada di Nurul Iman”, Manazir Mahali, Ketua CSS MoRA UIN Jakarta memaparkan.

Masih menurut Manazir, rihlah kali ini memberikan kesan yang mendalam. “Menarik, ada nilai keikhlasan di pesantren ini. Bisa melatih keterampilan dan merasakan bagaimana membangun sesuatu dengan keringat sendiri”, ujar laki-laki jurusan Kesehatan Masyarakat itu. Dengan menjadikan Nurul Iman sebagai objek pemberdayaan potensi mahasiswa, diharapkan dapat menjernihkan jiwa dan menyegarkan raga CSS MoRA, sesuai dengan tema mereka.

 

 

 

Oleh : Irfan Nurfalah (Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply