Nurul Iman News—Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Islamic Boarding School semakin membuktikan eksistensinya dalam bidang bisnis, terbukti dengan munculnya wahana baru pada sektor pertanian yaitu Green House Nurul Iman. Yang dalam rangka untuk memperkuat ekonomi pesantren.

Acara Grand Opening Green House Nurul Iman yang dilaksanakan di area pertanian Yayasan berjalan dengan lancar dan khidmat, dengan dihadiri Pembina Yayasan Dr. (Can) Umi Waheeda ,S.Psi,.M.Si dan Bendahara Yayasan Habib Hasan Ayatullah Bin Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim, M.Ag serta tamu undangan Ir. Nursyamsu Mahyuddin, M.Si selaku CEO dan Founder P.T Nudira Sumber Daya Indonesia juga para pendamping dari P.T Nudira Sumber Daya Indonesia. sabtu (23/04/2022).

“Alhamdulillah ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan pesantren untuk bisa ikut serta didalam pengembangan teknologi khususnya dibidang pertanian. Kami dari P.T Nudira Sumber Daya Indonesia yang diminta Bank Indonesia untuk menjadi opteker. Sekaligus juga saya sebagai pendamping dalam pengembangan green house ini. Yang mudah-mudahan dalam satu tahun ini kita bisa bekerjasama sebagai pendamping atau sebagai opteker dan setelah itu bisa berjalan sendiri. Tapi tentu saja, komunikasi secara intens terus bisa kita lakukan. Tentu saja tidak lepas ini semua, karena yang kita urus adalah tanaman, makhluk hidup. Jadi perlu ada komunikasi, tidak diperlakukan seperti benda mati. Jadi harus disayang, harus ditemui setiap hari, diajak komunikasi. Selain itu juga ini adalah cara bertanam yang memanfaatkan teknologi. Jadi artinya juga perlu kedisiplinan dan perlu kompetensi untuk mengurusnya, dan mudah-mudahan nanti dapat ditularkan kepada para santri sehingga nantinya dapat memanfaatkan pengetahuannya dan kompetensinya di masyarakat”. Tutur Ir. Nursyamsu dalam sambutannya.

Selain acara pembukaan Green House Nurul Iman, terdapat juga penanaman tanaman cabai. Yang mana nantinya cabai hasil produksi dari green house ini dapat diekspor ke negara jepang.

“Kami sangat-sangat bersyukur dengan P.T Nudira, dengan Pak Prof.Dr. Nursyamsu, dengan Bank Indonesia yang telah membantu kami untuk bisa mengenal dan mempelajari ilmu yang bisa dibilang sangat canggih bagi standar pondok pesantren. Kalo kami pertanian itu rata-rata yang tradisional, dan kalo kita lihat dari alat-alat yang sudah dipasang disini, this is super canggih dan bisa dibilang super expensive untuk kita ini yang terbiasa dengan tanam jagung, tanam dipertanian. Bagi kami ini adalah benar-benar anugerah dari Allah SWT kepada Al-Ashriyyah Nurul Iman. Jadi insyaallah pondok pesantren bisa memperkuat ekonomi syariah, dan insyaallah can go international can go global. Dari pesantren oleh pesantren untuk dunia”. Tutur Umi Waheeda dalam sambutannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Redaksi Al-Ashriyyah Nurul Iman