Hari Batik Nasional di Nurul Iman Parung Bogor
Guru SMP al-Ashriyyah Nurul Iman sedang menyaksikan perlombaan peragaan busana dan yel-yel batik yang diadakan oleh SMP dan SMA al-Ashriyyah Nurul Iman (2/10)

Peragaan busana “fashion show”’ batik kembali memeriahkan Perayaan Hari Batik Nasional tahun ini di Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Kamis, 2 Oktober 2014. Tidak hanya itu, perlombaan yang diadakan di tingkat SMA dan SMP juga menggelar ‘yel-yel’ kekompakan kelas dan pameran handkraf. Sedangkan di tingkat STAI Nurul Iman mengadakan pameran handkraf dan kerajinan hasil karya batik dengan nuansa batik di area kampus.

Rangkaian acara tahunan ini dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga tiga hari kedepan bagi pameran handkraf yang diadakan oleh mahasiswa. Perayaan untuk menghargai dan membanggakan kebudayaan asli Indonesia ini menjadi momen sendiri bagi santri untuk menumbuhkan kecintaan terhadap batik nusantara.  Hal ini terlihat pada acara tersebut yang berhasil menyulap seluruh santri dan area Nurul Iman menjadi serbabatik.

Seperti diketahui, batik secara representatif telah terdaftar melalui United Nations of Educational and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2009 sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sendiri tercantum pada Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Kamis (2/10/2014). Usaha ini menjadi perjuangan akhir bagi Bangsa Indonesia karena sebelumnya batik kerap diklaim sebagai kepunyaan oleh beberapa negara tetangga. Selain Indonesia, beberapa negara seperti Cina, Vietnam, Thailand, serta Malaysia juga mempunyai kebudayaan batik. Nurul Iman sebagai lembaga pendidikan mulai aktif merayakan Hari Batik Nasional sejak tahun 2011 silam.

Kepala Sekolah SMA al-Ashriyyah Nurul Iman, Ustaz Subaiki Ikhwan, M.Pd. mengatakan bahwa hari batik merupakan saat tepat bagi siswa untuk menunjukan kecintaan terhadap Budaya Indonesia.

“Terima kasih sudah antusias dalam perayaan ini, bagaimanapun kita rakyat Indonesia harus cinta dengan budaya sendiri. Mari kita tonton acara ini,” ungkap Ustaz Subaiki Ikhwan yang turut mengenakan batik lengan panjang warna merah saat membuka perlombaan di SMP dan SMA al-ashriyyah Nurul Iman.

Diharapkan dengan perayan ini seluruh santri akan selalu cinta dan bangga dengan batik sebagai warisan asli Indonesia.