“Bahwasannya acara muhadhoroh bahasa ini untuk memposisikan bahasa pada tempat yang tinggi, karena bahasa adalah mahkota pondok, sebagaimana titah Guru Besar Abah Syekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Sedangkan tempatnya mahkota ialah di kepala sebagai tempat yang paling tinggi dari badan manusia”.

Nurul Iman News,- Al Lughgoh…? Taajul Ma’had…! Teriakan ribuan santri –dengan slogan yang sangat akrab di kalangan santri Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School- memenuhi langit-langit Masjid Toha. Pasalnya, pada malam puncak Festival Mega Bahasa, Kepengurusan Kepesantrenan Bidang Bahasa yang diketuai oleh Ustadz Andi Wijaya dengan dibantu oleh seluruh aktivis bahasa berhasil mensukseskan acara Malam Muhadhoroh Lughowiyah Kubro di Nurul Iman pada Kamis pukul 20:30 (28/2) lalu.

Muhadhoroh Lughowiyah Kubro perdana ini dilatarbelakangi oleh turunnya semangat berbahasa di kalangan santri Nurul Iman. Oleh karenanya, untuk menghidupkan kembali semangat para santri, maka diselenggarakanlah Festival Mega Bahasa sebagai ajang pengasah bakat santri di bidang bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan Inggris. Dalam festival yang dipanitiai oleh para aktivis bahasa ini, terdapat berbagai macam perlombaan yang diperuntukkan bagi siswa SD sampai Mahasiswa. Berbagai kategori perlombaan pun turut digelar, mulai dari lomba speech, khitobah, ghina al‘Araby, sing a song, sampai detective. Para pemenang setiap perlombaan inilah yang menjadi pengisi acara pada malam puncak Mega Bahasa Nurul Iman.

Acara dengan tema Show Our Language Then We Can Conquer The World ini dimulai dengan penayangan video motivasi berjudul “Story of My Life” yang berkisah tentang seorang santri yang akhirnya mampu menggapai cita-citanya dengan kemampuan bahasa asing yang dimilikinya. Muhadhoroh bahasa di malam itu menjadi semakin meriah dengan adanya perpaduan MC bahasa Arab dan Inggris oleh santri Nurul Iman dengan mengenakan setelan jas yang serasi.

Acara dilanjutkan dengan persembahan lagu oleh Syahrul Rizal yang membawakan lagu Rouhi Fidak dari Mesut Kurtis, dan disambung penampilan pidato dua bahasa oleh Sudirman (pidato bahasa Arab) dan Yahya Ibrahim (pidato bahasa Inggris) dengan judul “Crisis The Morality of Our Young Generation”. Tidak mau kalah dengan ketiga penampilan sebelumnya, M. Rayhan sebagai pemenang lomba sing a song pun turut menyumbangkan suara emasnya dengan membawakan lagu Perfect dari Ed-Sheeran. Sebagai penutup, siswa SD Nurul Iman menampilkan drama bahasa yang semakin membuat audience berdecak kagum seraya melemparkan tepuk tangan kepada para pemeran.

Selain berlangsung meriah, Acara Muhadhoroh Bahasa ini juga berjalan khidmat karena dalam rangka melahirkan generasi yang bermartabat tinggi. Melaui penguasaan bahasa asing yang profesional, Nurul Iman mampu menyiapkan kader bangsa yang kredibel dan mampu menjawab tantangan dunia. Setelah semua pemenang menunjukkan aksi panggungnya di malam itu, tibalah acara sambutan. Sambutan yang pertama dari Ketua Bahasa sekaligus ketua panitia acara tersebut, Ustadz Andi Wijaya yang menyampaikan “Bahwasannya acara muhadhoroh bahasa ini untuk memposisikan bahasa pada tempat yang tinggi, karena bahasa adalah mahkota pondok, sebagaimana titah Guru Besar Abah Syekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Sedangkan tempatnya mahkota ialah di kepala sebagai tempat yang paling tinggi dari badan manusia”, ungkapnya. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ustadz Farhan selaku pembina bahasa, dan sambutan terakhir ialah dari alumni sekaligus Ketua Bahasa pertama di Nurul Iman, yaitu Ustadz Darojat.

Di penghujung acara, panitia menayangkan Profil Bahasa Nurul Iman yang dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk para pemenang perlombaan sebelum akhirnya ditutup dengan do’a. Dengan terselenggaranya Muhadhoroh Lughowiyah Kubro tersebut, diharapkan kedepannya santri-santri Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dapat termotivasi dan lebih bersemangat dalam memegang teguh salah satu kunci kesuksesan di dunia, yaitu dengan menguasai kemampuan bahasa asing.

 

 

 

 Alfan Zain (Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply