Nurul Iman News._ Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School menerima kunjungan dari Yayasan Darut Tauhid bandung dan Yayasan Darut Tauhid cabang bogor. Selasa(21/06/2022). Rombongan Yayasan Darut Tauhid terdiri atas 18 orang, disambut hangat oleh pimpinan Yayasan Dr. Habib Muhammad Waliyullah, M.Ag. Yang diantaranya Ustadz Fahrudin, M.Pd (ketua Yayasan Darut Tauhid), Ustadz Yunus Zainudin, M. Pd (Bendahara Yayasan Darut Tauhid), H. Wahyu Priahartono (Pengawas Yayasan Darut Tauhid Rahmatan Lillaalamin), Ustadz Jakaria Goro (Bendahara Yayasan Darut Tauhid Rahmatan Lil aalamiin), beserta kepala lembaga dan Kepala sekolah dari SD, SMP SMK, SMA.

Ustadz Fahrudin, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan studi bandingnya yaitu untuk silaturrahmi dan menimba ilmu, dalam pengelolaan unit bisnis yang menjadi  penyokong utama operasional pesantren. “Kami beserta rombongan Pondok Pesantren Darut Tauhid ingin bersilaturrahmi sekaligus menimba ilmu dengan membawa gelas kosong mudah-mudahan kami mendapatan  ilmu dan menerima wasilah kami bisa menjalankan khoirunnas anfa’uhum linnas, menjadi orang sebaik-baik orang adalah yang senantiasa memberikan manfaat kepada sebanyak-banyaknya hamba Allah.”

Lanjutnya “Alhamdulillah kita juga sedang merintis pendidikan dari paud sampai perguruan tinggi stai darut tauhid, jadi kalau kami silaturrahmi kesini insyaallah nyambung dengan program-program yang sedang direncanakan dilaksanakan di pesantren kami. Dan mudah-mudahan kalo tidak keberatan kita bisa sinergi, termasuk beserta lulusan bisa sinergi dengan pesantren darut tauhid.” Tutur Ustadz Fahrudin, M.Pd.

Pengawas Yayasan Darut Tauhid Rahmatan Lillaalamin H. Wahyu Priahartono yang merupakan adik ipar dari KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa AA Gym juga turut memberikan sambutan. “Kalo bicara umur ada istilah kalau AA Gym bilang itu yang tidak bisa dikejar oleh orang lain, tapi kalau bicara ilmu tentu saja tidak bisa kemudian ada istilah karena dia usianya sudah lebih banyak lantas ilmunya lebih banyak, belum tentu. Karena bisa jadi dari yang muda-muda itu ilmunya bisa jadi lebih masak.”Tuturnya

“Negeri kita nggak akan bisa maju, tidak bisa sukses, kalau tidak bisa menghargai pemuka agamanya. Makanya negara-negara non muslim bisa maju karena bisa menghormati pemuka agamanya. Mudah-mudahan kita disini bisa saling menghormati, menyayangi, karena Allah tidak minta apa-apa dari kita kecuali saling menghormati, menyayangi.” Tutup pimpinan Yayasan Dr. Habib Muhammad Waliyullah, M.Ag. dalam sambutannya terkait kunjungan dan silaturrahmi Yayasan Darut Tauhid.

 

Redaksi Al-Ashriyyah Nurul Iman