Nurul Iman News–Dr. Hj.Umi Waheeda Binti Hj. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si, pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School kali ini berkesempatan menjadi pembicara pada agenda Bimbingan Teknis Pengembangan Software Konten Untuk Percepatan Ekonomi Digital yang diselenggarakan oleh Direktorat Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE–Kementrian Perindustrian RI. Selasa (23/08/2022).

Agenda yang dilaksanakan secara virtual via zoom meeting ini melibatkan sejumlah pesantren dan beberapa perguruan tinggi. Seperti; Ponpes Islam Al-Gifari Bogor, Ponpes Darul Wafa Bogor, Ponpes Nurul Futuhiyah Demak, Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor dan Institut Teknologi Danau Toba, Anikom Yogja serta beberapa partisipan yang diundang oleh pihak penyelenggara.

Dihadiri oleh Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si (Mentri Perindustrian RI) sebagai pembicara utama, Taufiek Bawazier (DIRJEN ILMATE) penyampai sambutan, dan dinarasumberi oleh Ravindra Airlangga, M.Si (Anggota DPR RI) Digitalisasi Sebagai Upaya Untuk Mengakselerasi Perkembangan Ekonomi, Dr. Hj. Umi Waheeda Binti Hj. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si (Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School) Pertumbuhan Industri Melalui Pengembangaan Ekonomi Digital Di Pondok Pesantren, Suherman Soemardi (BLIBLI-VP Government Relationship) Mengenal Ekonomi Digital, Ir. Ashari Abidin, M.Si (Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia /ASPILUKI) Pemberdayaan Software Dan Konten Untuk Percepatan Ekonomi Digital Di Indonesia, yang dimoderatori oleh Yulinda Eliskar, M.Si (Lecturer Telkom University).

“Keinginan kami pada tahun ini adalah peningkatan Program Fintech, Cyber Scurity dan program-program lainnya. Dilihat dari angka kenaikan ekonomi digital mencapi 70 M Dolar, disini kita dapat membuka ekonomi-ekonomi pesantren, UMKM dan masyarakat Indonesia khususnya,” tutur Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini Umi Waheeda mengenalkan teknologi fintech (financial technology) yang telah diterapkan di Nurul Iman, dan bagaimana Nurul Iman dapat mengelola keuangan santri dengan baik, juga sebagai pesantren pertama yang menjadi pembicara dalam sektor Digital Ekonomi Syariah. Umi Waheeda menyatakan bahwa TABANI Tabungan Barakat Nurul Iman telah berhasil mengantisipasi dalam problem kebocoran data, dan menjamin keamanan data santri dari cyber.

Selain pemberian materi, terdapat juga sesi tanya jawab dan doorprize yang kian membuat acara bimbingan teknis kali ini menarik perhatian para audience.

 

 

Redaksi Al-Ashriyyah Nurul Iman