Nurul Iman News,- Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Bogor sambut kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk inspeksi yaitu memantau langsung pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) lingkungan Pesantren di Aula Masjid Toha pada pukul 15: 30 WIB (07/10).

Kedatangan tersebut disambut hangat oleh Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Umi Waheeda, S.Psi., M.Si. Kang Emil bersama DISHUB dan ditemani Ade Munawaroh Yasin selaku Bupati Kab. Bogor, Pesantren ini ternyata masih menjadi sorotan penerapan AKB sesuai harapan Pemerintah.

“Hanya 500 santri di pesantren kami yang menetap di sini, selebihnya belajar via virtual. Kami tetap ikut aturan pemerintah untuk bisa tetap menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal kepada para santri, juga seluruh Asatidz (stakeholders) yang ada di lingkungan pesantren, untuk mencegah penularan Covid-19” tutur Umi.

Kang Emil menuturkan kedatangannya untuk melakukan lima hal, empat di antaranya adalah proaktif, transparan, linear, dan kolaborasi, dengan ini akan memudahkan mendapatkan solusi dalam penanganan pandemi di Pesantren.

Dalam kunjungannya, Nurul Iman diberikan “buah tangan” berupa Rp 50.000.000 untuk para santri yang akan memulai persiapan menyambut AKB yang telah dimulai sejak 1 Juni lalu, juga dapat membantu dalam operasional melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Selain itu Gubernur Jabar juga mengatakan bahwa “Nanti vaksin Covid-19 diproduksi secara masal di Bandung, Setelah penawaran pengobatan ini disetujui oleh Umi maka Nurul Iman akan dijadikan obyek penggunaan pertama vaksin tersebut, sebab jika Rapi Test keakuratannya cukup rendah, yaitu hanya 30%. Jadi, penggunaan tes ini untuk diagnosis awal”.

Disamping itu juga ada beberapa ketentuan Pembina Yayasan, yaitu akan ada ‘arus balik’ santri yang akan dimulai pada Januari 2021 setelah ulang tahun Um. Wacana tersebut nantinya ditanggapi secara fleksibel dari aturan pemerintah pusat atau daerah.

Gubernur Jabar menanggapi bahwa sebab Nurul Iman dianggap sebagai pelopor bagi pesantren lain di Jawa Barat, maka ikhtiar yang baik adalah kuat secara spiritualnya dan Nurul Iman adalah tempat untuk penguatan spiritual tersebut. Keadaan ini menunjukkan bahwa Gubernur Jabar mengambil keputusan terbaik pada situasi terburuk.

Umi juga melanjutkan bahwa adanya wabah ini menjadi suatu anugerah, pelajaran dan hikmah bahwa jangan selalunya tergantung dengan orang lain. Kemudian agar selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan kepada kita.

Bupati Kab. Bogor menyampaikan harapan dalam sambutannya, bahwa kita tetap menjaga diri sebab itu sama saja menjaga diri orang lain.

Dengan adanya silaturahim ini menghimbau agar para santri dapat mengikuti arahan Yayasan dan Pemerintah, sabar di tengah pandemi, dan jangan lengah dari anjuran. Sehingga terwujud pesantren yang bertahan, berkelanjutan, dan mandiri sesuai apa yang Umi titahkan.

 

Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman – Idrus Haddar – Ibnu Mukti