SOKOTO, NIGERIA — Dr. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si., Co-Founder Yayasan Al-Ashiriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Bogor, Indonesia, mendapat sambutan hangat dari Ketua Sokoto State Zakat and Endowment Agency (SOZEA), Malam Muhammad Lawal Mai Doki, Sadaukin Sokoto, beserta jajaran pengurus dan staf SOZEA.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Opening Ceremony of IsDB/SOZECOM Training & Capacity Building Workshop, sebuah program pelatihan dan penguatan kapasitas yang berfokus pada pengembangan kelembagaan di bidang zakat, wakaf, keuangan sosial Islam, serta pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan mendorong optimalisasi peran filantropi Islam dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan antara delegasi Indonesia dan jajaran SOZEA juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan internasional, memperluas pertukaran pengetahuan, serta menjajaki peluang kerja sama antara Indonesia dan Nigeria, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam dan pengelolaan filantropi Islam.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dr. Umi Waheeda juga menghadiri kuliah umum sekaligus menjadi narasumber yang diselenggarakan oleh SOZEA yang bekerja sama dengan Islamic Education Trust (IET) Sokoto. Kuliah umum ini mengangkat tema “The Blueprint of Leadership: What Khadijah Teaches Modern Women in Da’wah and Philanthropy”, yang mengulas keteladanan Sayyidah Khadijah dalam kepemimpinan, dakwah, dan filantropi serta relevansinya bagi perempuan Muslim di era modern.

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi wawasan dan inspirasi mengenai pentingnya integritas, kemandirian, kepedulian sosial, serta kontribusi perempuan dalam pembangunan masyarakat. Keteladanan Sayyidah Khadijah diharapkan dapat menginspirasi perempuan Muslim untuk mengambil peran strategis dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kuliah umum ini diikuti oleh perempuan dari berbagai kalangan yang menunjukkan antusiasme terhadap penguatan kapasitas dan pengembangan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola dan mengambil keputusan, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial, keteladanan, dan kepedulian terhadap sesama.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan wakaf, institusi pendidikan Islam, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan umat. Kolaborasi antara SOZEA dan IET Sokoto, bersama dengan perluasan jejaring internasional, diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran dan kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta filantropi Islam.

Partisipasi Yayasan Al-Ashiriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dalam rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk memperluas wawasan kelembagaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membangun hubungan kerja sama lintas negara. Melalui pertukaran pengalaman dan penguatan kapasitas, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam dan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Nigeria, sekaligus mendorong pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan Islam, zakat, wakaf, dan filantropi sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.