Parung, Jum’at: 16 Januari 2026
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Milad ke-58 Ummunal Mahbubah Dr. Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si. diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Iman dalam suasana penuh khidmat, kebersamaan, dan rasa syukur. Acara ini menjadi momentum spiritual sekaligus ungkapan cinta dan doa dari seluruh keluarga besar Nurul Iman kepada sosok pendidik, ibu, dan teladan umat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pra-acara berupa pembacaan Khatmil Al-Qur’an dan Maulid Ad-Diba’i yang dilantunkan dengan penuh kekhusyukan, menciptakan suasana sakral yang menguatkan ruhani seluruh hadirin. Berlanjut ke acara inti yang kemudian dibuka oleh Hb. Reza Al-Munawwar dengan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta sari tilawah oleh Tim Al-Qorni Nurul Iman yang semakin menambah kekhidmatan acara.
Selanjutnya ditayangkan video persembahan berupa animasi tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, animasi spesial Milad Umi, dan video Short movie serta ucapan-ucapan selamat penuh cinta untuk Milad Umi yang ke-58. Video-video tersebut mengundang haru dan rasa syukur, menggambarkan perjalanan spiritual sekaligus keteladanan sosok Umi dalam kehidupan keluarga dan lembaga pendidikan. Acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreasi seni dan bakat para santri, seperti Taekwondo Kids tingkat TK, Tari Nusantara, penampilan Pramuka Putri, Dance Paskibra, serta lagu persembahan untuk Umi, yang mencerminkan pembinaan karakter, keberanian, dan kreativitas santri Nurul Iman.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan ceramah dakwah dari para pemenang Audisi Dakwah Nurul Iman (ADNI), yakni M. Haikal Zainal Ibrahim sebagai pemenang tingkat junior dan Arga Setya Belfa sebagai pemenang tingkat senior, yang menyampaikan dakwah tentang pristiwa Isra’ wal Mi’raj dengan penuh semangat dan adab.
Puncak acara diisi dengan Mau’idatul Hasanah oleh Yang Mulia Umi Waheeda, yang mana beliau menekankan dalam penyampaiannya bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah SWT sehingga manusia tidak boleh menyesali atau menyalahkan takdir, beliau juga mengingatkan bahwa doa seorang ibu merupakan doa yang paling mustajab. Selain itu, belia menegaskan kembali tujuan Abah dan Umi dalam membangun Yayasan Nurul Iman, yaitu untuk melahirkan generasi pemimpin yang shiddiq, fathonah, amanah, untuk tabligh.
Acara berikutnya dilanjut dengan doa dan harapan untuk Umi yang disampaikan oleh Habib Hasan Ayatullah BSA sebagai perwakilan anak-anak Umi, yang mana dalam harapan tersebut beliau menyampakan: “Semoga Umi selalu diberikan panjang umur dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT.”
Acarapun dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas Milad ke-58 serta foto bersama keluarga besar Nurul Iman. Sebagai penutup, acara ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Hb. Muhammad Waliyullah BSA.
Peringatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga sarana muhasabah, penguatan iman, dan peneguhan cita-cita untuk melahirkan generasi berakhlak mulia. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, dan keberkahan kepada Umi Waheeda serta memohon keberkahan, keselamatan, dan ridha Allah SWT bagi Umi, keluarga, santri, dan seluruh civitas Yayasan Nurul Iman. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
By. Usep Ridwan Ss


Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School