Nurul Iman News,- Industri kewirausahaan di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman semakin menunjukkan perkembangannya. Pasalnya, pada Sabtu (18/3) Nurul Iman kembali mendapat kunjungan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pada kunjungan kali ini, Ibu Gati Wibawaningsih selaku Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) beserta rombongan bertujuan untuk meresmikan program Penumbuhan Wirausaha Baru berupa bimbingan teknis dan penyerahan bantuan mesin/peralatan alas kaki di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman.

Acara peresmian wirausaha baru ini dilangsungkan di aula gedung taekwondo dengan dihadiri oleh segenap pelajar dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) sebagai peserta utama. Karena, merekalah kader muda yang akan menjalankan mesin / peralatan WUB IKM alas kaki tersebut.

Acara siang itu diisi pula dengan laporan dari Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka oleh ibu E. Ratna Utarianingrum, yang melaporkan tujuan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, yaitu untuk mewujudkan wirausaha baru di bidang industri alas kaki dengan memberikan mesin alas kaki kepada pihak pesantren. Acara kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang dinarasumberi oleh Ibu Gati Wibawaningsih dengan tema “Peran Pondok Pesantren di Era Digital”. Kuliah umum di siang itu diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman.

Di tengah penyampaian materi kuliah tersebut, Ibu Gati menekankan kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi, bahwa industri negeri ini membutuhkan wirausaha santri untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam berwirausaha dibutuhkan sikap tangguh, kuat, dan tekun dari pelaku industri tersebut.

Selain itu, dalam program industri santri kali ini bertujuan untuk menjadikan santri yang berjiwa industri dan kreatif. Karena menurutnya, di era revolusi industri ke empat yang ditandai dengan segala konektifitas teknologi informasi dan komunkasi, santri harus bisa berwirausaha, baik di bidang digital atau industri kreatif.

Maka dengan terselenggaranya program peresmian tersebut, diharapkan santri Nurul Iman mampu menjawab setiap tantangan industri di era digital sebagai bekal terwujudnya santri Nurul Iman yang hebat, industri pesantren kuat, dan Indonesia jaya.

 

 

 

 
Oleh: Muhammad Alfan ( Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply