PARUNG, BOGOR — Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman menyelenggarakan seminar bertajuk “Manajemen Pendidikan Parental: Pergeseran Paradigma dalam Ekosistem Inklusif” di Masjid Fatimah, kompleks Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Kabupaten Bogor. Acara ini menghadirkan Sy. Rugayah BSA., M.Pd., dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI), sebagai narasumber utama.
Seminar ini menyoroti pergeseran paradigma dalam pendidikan parental, di mana pendidikan anak tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari keluarga.
Dalam pemaparannya, Sy. Rugayah menekankan pentingnya peran orang tua dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Hal ini, menurutnya, harus dimulai sejak dini, yakni melalui pemahaman terhadap kesehatan ibu selama masa kehamilan hingga dukungan penuh terhadap tumbuh kembang anak.
Salah satu fokus materi yang dibahas adalah edukasi mengenai autisme dan urgensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil. Pembahasan mencakup pentingnya pola hidup sehat, pengelolaan stres, nutrisi seimbang, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin. Pengetahuan ini dinilai krusial untuk membekali keluarga agar mampu mendukung perkembangan janin secara optimal dan mendampingi anak dengan wawasan yang tepat.
Menariknya, seminar ini juga mengintegrasikan perspektif Islam melalui konsep Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya pada prinsip ḥifẓ al-nafs (perlindungan jiwa) dan ḥifẓ al-nasl (perlindungan keturunan). Melalui kacamata ini, upaya menjaga kesehatan ibu dan anak tidak hanya dilihat dari sisi medis, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian integral dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara orang tua, pendidik, dan lingkungan masyarakat. Sinergi ini merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan inklusif yang ramah anak, menghargai keberagaman, serta mampu mendukung kebutuhan dan potensi setiap individu.

Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School