Pembina Yayasan Umi Waheeda, Pimpinan Habib Muhammad, Bapak Krisna Soejitno, dan Perwakilan Menwa Jayakarta berfoto bersama 29 santri Nurul Iman peserta Ekspedisi NKRI.  Semua santri ini akan mengikuti Ekpsedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 mulai dari tanggal 2 Februari sampai 12 Juni 2015.
Pembina Yayasan Umi Waheeda, Pimpinan Habib Muhammad, Bapak Krisna Soejitno, dan Perwakilan Menwa Jayakarta berfoto bersama 29 santri Nurul Iman peserta Ekspedisi NKRI. Semua santri ini akan mengikuti Ekpsedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 mulai dari tanggal 2 Februari sampai 12 Juni 2015.

Sebanyak 29 santri Nurul Iman diberangkatkan mengikuti Ekspedisi NKRI 2015, Senin (2/2). Bergabung dengan 1421 peserta, Ekpsedisi NKRI tahun kelima ini akan menuju Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ekpsedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 adalah program Kapossus dan pemerintah pusat untuk meningkatkan pertahanan nasional.   Sarana untuk mengenal wilayah nusantara sehingga akan menambah wawasan kebangsaan, membangun infrastrutur di daerah pedalaman, meningkatkan daerah pariwisata, mendata dan meniliti Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan rakyat.

Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini berasal dari TNI, Polri, mahasiswa, perguruan tinggi, instansi pemerintah pusat dan daerah, Pramuka, pecinta alam, Menwa, dan masyarakat setempat.

Berdasarkan surat perintah Menko Kesra, Kasad dan Danjen Kopassus semua peserta tahun ini akan berada di daerah Indonesia Timur dari tanggal 2 Februari sampai 12 Juni 2015. Delapan sub koordinator wilayah yang akan disinggahi peserta meliputi Lombok Timur, Karang Asem Bali, Sumbawa, Bima, Sumbawa Barat, Ende, Alor, dan Belu. Sebelumnya ekspedisi pertama dimulai pada tahun 2011 di Bukit Barisan, Ekspedisi Khatulistiwa 2012, Ekspedisi Sulewesi 2013, Ekspedisi Maluku 2014.

Dengan mengangkat tema “Peduli dan Lestarikan Alam Indonesia,” semua peserta khususnya santri Nurul Iman akan mendapatkan materi penjelajahan dan penelitian bidang kehutanan, geologi, potensi bencana, sosial budaya, flora, fauna, dan komunikasi sosial.

Mewajibkan santrinya mengenal ilmu militer, Nurul Iman selama ini telah sukses mengembangkan Resimen Mahasiswa di lingkungan pesantren. Hingga banyak kerja sama di bidang pertahanan nasional seperti keikutsertaan pada Ekspedisi Nusantara untuk pertama kalinya.

Pembina Yayasan Umi waheeda dalam berbagai kesempatan selalu menekankan akan kewajiban santri mempelajari ilmu militer sebagai penunjang kesuksesan.

“Untuk menjadi sukses kalian harus disiplin. Harus mempelajari ilmu militer, bahasa asing, dan komputer.” Ungkap Umi pada sambutan Milad Beliau ke-47.  Baca Nurul Iman Rayakan Milad Umi Waheeda ke-47

One Comment

  1. Komarudin Says Balas

    assalamu’alaikum muda-mudahan singa di Kecamatan Pantar Kabupaten Alor khususnya desa saya yakni desa Wailawar…. soalnya sudah lama saya ingin menyekolahkan anak saya di nurul iman parung bogor….wassalam…

Leave a Reply