Nurul Iman News- Sebanyak 250 Huffadz yang tergabung dalam organisasi santri penghafal Al Qur’an dengan nama BHQ (Bimbingan Hifdzul Qur’an) Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor menggelar acara haflah akhirussanah dan wisuda Al Qur’an 30 juz angkan ke-7 di aula Masjid Toha pada Jum’at pagi (28/4).
Bimbingan Hifdzul Quran (BHQ) yang dahulu bernama As-Syifa merupakan komunitas Jam’iyyatul Huffadz dan merupakan organisasi resmi di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Bogor  yang sudah tujuh tahun eksistensinya di Nurul Iman untuk membumikan dan menebarkan virus cinta Al Qur’an bagi para santri.4
Bimbingan Hifdzul Qur’an (BHQ) juga merupakan salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School. Program ini memiliki tujuan utama untuk membimbing santri dalam menghafal Qur’an. Karena guru besar Abah dan Umi Waheedapun mewajibkan seluruh santrinya untuk menghafal al-Qur’an. Proses bimbingan dilakukan secara terjadwal dan rutin, menggunakan metode pembelajaran, standar pelaksanaan pembelajaran, penerapan sistem level hafalan, dan wisuda tahfidz pada tiap levelnya. Bimbingan dilakukan oleh seorang Guru Hafidz dan program tahfidz ini dapat diikuti oleh seluruh santri Al Ashriyyah Nurul Iman. 5
Ustadz Muhammad Taufiq Rijalullah yang merupakan ketua panitia peyelenggara mengatakan bahwa acara akhirussanah dan wisuda 30 juz angkatan VII BHQ ini merupakan salah satu cara menghargai penghafal Al Qur’an dan merupakan agenda rutin tahunan. Acara tersebut merupakan acara istimewa dan patut menjadi cerminan bagi organisasi lain di Nurul Iman, karena begitu ideal dengan administrasi yang rapih dan konsumsi semuanya dari produk Pondok yang mengajarkan pada kita untuk cinta produk sendiri.6
Acara akhirussanah BHQ yang bertajuk “إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ  Berbahagialah Wahai Penjaga Wahyu Ilahi” ini berjalan dengan tertib dan lancar. Diawali dengan pembukaan yang di buka langsung oleh ketua BHQ ustadz Muhammad Hari, S, Pd., Pembacaan Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an, Sholawat oleh tim hadroh Nurul Iman, pembacaan sejarah dan  profil BHQ, sambutan ketua panitia serta ketua BHQ, prosesi 25 peserta wisuda Al Qur’an 30 juz serta pemberian piagam penghargaan dan dilanjutkan dengan mauidlotul hasanah.1
Pembina BHQ ustadz Mutholib, S.Pd. dalam sambutan dan tausiyyahnya menyampaikan bahwa Al Qur’an akan terus dijaga oleh Allah SWT sampai kiamat, dan beliau juga memberikan motivasi bahwa semua orang pasti mampu untuk menghafal Al Qur’an “Al-Qur’an akan terus dijaga oleh Allah SWT dan kita semua punya untuk bisa menghafal al Qur’an seperti dalam firman Allah SWT surat Al Hijr ayat Sembilan yang berbunyi  إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ  Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya/menjaganya” ungkap ustadz Mutholib. Beliaupun menambahkan bahwa untuk menghafal al-Quran juga butuh hati yang bersih supaya gampang untuk menghafal, seperti wasiat guru besar Abah (As Syekh Habib Saggaf BSA_red) yang ke-2 “Bersihkan hati dari penyakit dan kotorannya”.2
Dalam sambutan dan tausiyyah yang kedua disampaikan oleh Ustadz Gufron maksum, dan beliau menyampaikan bahwa sangatlah beruntung orang yang sudah menghafal Al Qur’an dan bisa mendapatkan waktu yang berkah, yakni waktu yang penuh manfaat, walau sempit tetapi bisa berbuat banyak, karena Al Qur’an juga akan menjadi syafa’at di akhirat kelak “kalian adalah orang-orang beruntung dan orang-orang pilihan untuk menjaga wahyu Allah, orang yang hafal Al Qur’an akan menjadi syafaat bagi dirinya dan keluarganya” tutur ustadz Ghufran. Dalam akhir sambutannya  ustadz Ghufran memberikan saran bagi yang belum hafal untuk terus berjuang dan belajar langsung dengan santri yang sudah hafidz Qur’an. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan (Sertijab) ketua BHQ yang lama yaitu Ustadz Muhammad Hari, S.Pd kepada ketua BHQ yang baru ustadz Taufiq Rijalullah dan ditutup dengan doa oleh Pembina BHQ Ustadz Tohirin Al Hafidz. 3
Ustadz Taufiq Rijalullah selaku ketua panitia dan ketua BHQ yang baru berharap organisasi BHQ akan terus jaya untuk mewujudkan salah satu cita-cita Abah dan Umi kepada santri-santrinya untuk bisa menghafal Al Qur’an, dan ia juga berharap para Huffadz bisa menjaga hafalannya ketika masih di pondok ataupun ketika sudah menjadi alumni. Salah satu santri juga mengaku sangat termotivasi dengan menghafal Al Qur’an “Menghafal Al Qur’an adalah perintah dari guru besar Abah, dan juga menjadi motivasi besar dalam hidup, dan saya menyadari bahwa semuanya akan menjadi mudah dengan Al Qur’an” kata Muhammad Firmansyah santri asal Lampung yang menjadi salah satu peserta tahfidz Qur’an 30 juz.

Oleh : Budianto, S.H (Redaksi)

Leave a Reply