Nurul Iman News- Ribuan santri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor mengadakan upacara bendera untuk memperingati hari Pahlawan Nasional pada  Kamis pagi, (10/11).
Tanggal 10 November di Indonesia diperingati sebagai hari pahlawan yang merupakan peringatan tahunan untuk  mengingat kembali peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya dan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.okkk
Para santri nampak tertib dan antusias dalam mengikuti upacara tersebut. Tak ketinggalan pula organisasi kewiraan yang menjadi tauladan bagi santri  lainnya dalam hal kedisiplinan dan kerapihan yakni Pramuka, Paskibra dan Resimen Mahasiswa (Menwa).
Upacara diawali dengan Penaikan bendera Merah Putih dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, pembacaan sumpah pemuda, amanat, pembacaan doa dan penutup.
Yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Ust. Romadhon,S.Pd.I. Dalam upacara yang berlangsung tertib dan khitmat itu, Ustadz Romadhon menyampaikan amanatnya bahwa Santri-santri yang mondok pesantren adalah sebagai penerus para pahlawan, karena berjuang menuntut ilmu untuk membangun agama dan negara. “Kalian (Santri) disini adalah penerus pahlawan, jadi semangat dan jiwa kalian harus lebih dari para pahlawan” pungkasnya. ok
Tema dari Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016 ini adalah “Satukan Langkah Untuk Negeri” yang mengandung pesan kepada bangsa Indonesia untuk bersatu dalam kebersamaan dan persatuan untuk mewujudkan cita-cita negeri tercinta.okk
“Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus punya jiwa patriot yang cinta akan agama dan bangsa ini, dan sebagai pemuda selayaknya kita lebih semangat untuk mempertahankan bumi pertiwi kita ini melebihi para pahlawan yang telah mengorbankan raga, jiwa dan harta hartanya untuk bangsa ini”, ungkap Saefudin, S.Pd salah satu peserta upacara dan juga sebagai pembina pramuka  racana Syekh Habib Saggaf – Umi Waheeda STAINI.
Peringatan hari pahlawan kali ini mengajak seluruh santri Al Ashriyyah Nurul Iman untuk berjuang, bekerja, dan berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, lingkungan serta masyarakat dan juga diharapkan untuk bisa lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuhkan nilai nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti amanah umi Waheeda kepada seluruh santri Al Ashriyyah Nurul Iman “Berjihadlah kalian dengan cara melawan kebodohan dan kemiskinan, untuk Islam di Indonesia dan untuk bangsa ini”.

Dilaporkan Oleh : Budianto, S.H. (Pemimpin Redaksi/Pem Red)

Leave a Reply