FB_IMG_1501373011816

       Pimpinan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Umi Waheeda binti Abdul Rahman, S.Psi. M.Si., melaksanakan acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan kementerian perindustrian, direktur utama BTN Bapak Haryono yang menggandeng perusahaan pengembang financial technology/fintech PT Data Aksara Matra, Aditya Riyadi sebagai direktur utama. Bersama-sama melakukan penandatanganan kesepakatan untuk mendukung Program Pengembangan Industri dan peningkatan kapasitas kemandirian di Pondok Pesantren dalam acara peluncuran pendidikan vokasi industri wilayah Jawa Barat yang dihadiri oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta 141 industri dan 393 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Jum’at pagi, 28 Juli 2017 di PT Astra Otoparts Tbk Cikarang, Jawa Barat.

IMG-20170729-WA0000

       Kegiatan tersebuat adalah untuk mendukung program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk penguatan pendidikan vokasi, Kemenperin juga tengah mendorong peran pondok pesantren dalam upaya mewujudkan kemandirian industri nasional. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa, langkah strategis ini dilakukan melalui Program Pengembangan Industri di Pondok Pesantren, yang berbasis pada Business Process Outsourcing (BPO), Joint Operation, dan Capacity Building dengan kerja sama beberapa perusahaan industri dan perbankan.“Untuk itu, dalam kesempatan ini dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) peningkatan kapasitas kemandirian pondok pesantren dan pemberian smart card Fintech secara simbolis kepada pengelola pondok pesantren,” kata Menperin Airlangga.

ok

       Aplikasi dan smart card Fintech ini, kata Airlangga, bertujuan untuk mempermudah pengelolaan keuangan pondok pesantren yang dapat dimonitor secara real time, dengan beberapa fitur seperti pengiriman uang dari wali santri kepada santri, belanja di koperasi pesantren, pembelian pulsa, menabung, pemasaran produk pesantren ke masyarakat umum melalui e-commerce serta penyediaan kredit perumahan bagi santri dan pengurus pondok pesantren ke depannya.

“Selain itu dikembangkan juga program Santripreneur yang bertujuan meningkatkan pemberdayaan ekonomi melalui penumbuhan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren” papar Airlangga. Selanjutnya, tambah dia, untuk mendorong SMK dan pondok pesantren mengembangkan pendidikan vokasi yang berorientasi produksi, dilakukan melalui pemanfaatan teaching factory.“Kali ini, kami melibatkan dua pesantren, yaitu Pesantren Nurul Iman di Bogor yang mempunyai 25.000 santri, dan Pondok Pesantren Sunan Derajat. Untuk Pesantren Nurul Iman bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara, sedangkan untuk Pesantren Sunan Drajat dengan Bank Indonesia,”ungkapnya.

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo memberi apresiasi besar dalam kegiatan tersebuat, dalam pidatonya mengatakan “Setelah pembangunan infrastruktur tahapan besar yang harus kita lakukan adalah pembangunan SDM, dan ini sudah kita mulai pada hari ini dengan training-training, kerja sama, link and match antara industri dan SMK, saya senang sekali kementerian perindustian juga menggandeng pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Nurul Iman yang dipimpin oleh Hj. Umi Waheeda” kata Presiden Joko Widodo.

Pada acara tersebut, Presiden Ir. H. Joko Widodo yang didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berkeliling mengunjungi stand-stand SMK terbaik yang memamerkan hasil karya dan produksinya, dalam hal ini stand Pondok pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman yang bekerja sama dengan PT Data Aksara Matra dan BTN Syariah adalah satu-satunya stand dari Pondok Pesantren dan merupakan stand dengan produk terbanyak.

Saat berkunjung ke stand Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Presiden Ir. H. Joko Widodo disambut dengan ramah oleh Umi Waheeda. Setelah mendengan paparan langsung oleh Umi Waheeda tentang kemandirian Nurul Iman, Presiden Joko Widodo terkejut dan sangat kagum dengan kemandirian di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. Karna Ponpes Al Ashriyyah Nurul Iman mampu mengembangkan beragam produk karya para santri yang mendukung kemandirian dalam menopang kebutuhan pesantren. Bahkan, stand Nurul Iman adalah stand yang paling lama dikunjungi oleh bapak Presiden. Semoga dengan adanya kunjungan ini bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo akan berkunjung langsung ke Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School untuk melihat ribuan generasi emas yang hidup di Nurul Iman serta melihat langsung pendidikan kemandirian santri. Amin.

Dilaporkan oleh ; Budianto, S.H. (Redaksi Nurul Iman)

Leave a Reply