3   Nurul Iman News- Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding Schoool kembali kedatangan rombongan dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia guna mengadakan bakti sosial kesehatan, pada hari Minggu (5/3).
Kegiatan baksos ini menyediakan poli umum dan poli gigi dengan kuota 200 untuk pasien poli gig dan 1000 untuk pasien poli umum. Mereka juga mendatangkan para dokter untuk masing-masing poli, yakni sebanyak 23 dokter untuk pli umum dan 25 dokter untuk poli gigi. Selain itu mereka juga membawa 50 relawan Tzu Chi yang dating langsung dari Taiwan untuk membantu menyukseskan kegiatan tersebut. Dalam hal ini puluhan relawan dari Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman juga ikut andil dalm menyukseskan kegiatan ini termasuk dari bagian Poskestren (Kesehatan pesantren).
“Kegiatan baksos ini sangat membantu kami, selain sekedar pengobatan, kegiatan seperti ini juga data acuan kami dalam memberikan penanganan khusus kepada santri yang membutuhkan penanganan yang lebih lanjut” kata Abdurrahman selaku ketua kesehatan Ponpes Al Ashriyyah Nurul  Iman. “Rencananya tanggal 13 Maret mendatang juga akan diadakan baksos kesehatan khusus bagi penderita sakit mata” tambahnya.4
Menjadi hal yang menarik , baksos kali ini diliput oleh dua stasiun televisi, yakni dari DAAI TV karena kegiatan baksos ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun ke-10 stasiun TV tersebut, dan yang ke-2 adalah dari Nurul Iman IPTV (NITV) yang baru saja louncing sehari sebelumnya. Liputan yang di himpun oleh DAAI TV selain disiarkan pada stasiun TV tersebut, juga akan langsung dikirim kepada Master Cheng Yen sang pendiri Budha Tzu Chi di Hua Lian, Taiwan.
Selain pengobatan, kegiatan lain dari mereka adalah melakukan penyuluhan tentang penyakit kulit yang dinarasumberi oleh sepesialis kulit dokter Bobby. Seperti biasa, baksos ini dilaksanakan secara bergantian antara santri putra dan santri putri, silih berganti para santri mengikuti pamandu arah guna memeriksa penyakit mereka. “Saya sangat senang ikut baksos ini, karena langsung diperiksa oleh dokter yang sudah ahli” urai Ahmad, salah satu santri yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan.
Pada kegiatan baksos ini, datang pula tamu dari luar negeri seperti dari Hongkong dan beberapa kota besar Indonesia seperti ibu Geby dari Surabaya dan Mr. Cristoper Chang beserta keluarga yang datang dari Hongkong. “Saya sangat takjub melihat pesantren ini, mulai dari kemandirian serta unit usaha yang sustainable, terlebih pada etika menghormati orang lain seperti kami yang bukan muslim. Seharusnya orang yang diluar sana terlebih Jakarta harus belajar kepada Nurul Iman”, jelas ibu Geby.2
“It’s beautiful culture, great place. Nurul Iman is an amazing School as your founding father built this school. You can combine education and industry. It is what made students be professional and be autonomous men, I never seen before / budaya yang begitu Indah, tempat yang luar biasa. Nurul Iman merupakan sekolah yang menakjubkan seperti Pembina kalian yang membangun sekolah ini. Kalian mampu mengkombinasikan antara pendidikan dan wirausaha. Itulah yang mebuat para santri menjadi manusia yang rofesional dan mandiri, saya belum pernah melihat sebelum ini” Ujar Mr. Cristoper tamu dari Hongkong yang tengah melihat kegiatan baksos dan kehidupan santri dipesantren.1
Menjelang dzuhur, yang mulia Umi Waheeda menyempatkan diri untuk melihat kegiatan baksos serta untuk bertemu dengan para dokter, para tamu dan relawan baksos untuk mengucapkan terimakasih beliau karena telah peduli dan bersedia membantu pondok pesantren. Beliau berharap agar jalinan silaturahim, kekeluargaan dan kerjasama antara Yayasan Budha Tzu Chi dengan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding Schoool. Agenda kegiatan baksos yag dimulai pada pukul 07.00 WIB itu berakhir tepat pada pukul 15.00 WIB [].

Oleh : Dolhy Ms. Harahap & Anas A. Ihsan
(Staff Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply