Nurul Iman News,- Lagi-lagi Nurul Iman didatangi oleh instansi pendidikan Indonesia. Setelah satu hari sebelumnya (29/7), beberapa lembaga dari tim dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan University Teknikal Melaka Malaysia, staff Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, dan pengurus Wakaf Center MBS Sleman Yogyakarta melakukan kunjungan study banding, kini giliran lembaga-lembaga pemerintah dan swasta dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendapat kesempatan berkunjung langsung ke Nurul Iman.

Rombongan yang membawa 16 orang peserta ini terdiri dari beberapa instansi, seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Kementerian Agama Wilayah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY, Baznas DIY, Microfin Yogyakarta, PP Muhammadiyah Boarding School, PP Darul Qur’an Gunungkidul, PP Al Hikmah Gunungkidul, dan PP Nurul Haromain yang merupakan kelompok pesantren binaan Bank Indonesia dalam program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk sharing pengelolaan lokasi wisata dan kunjungan lapangan sebagai implementasi program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren tersebut.

Perwakilan Kementerian Agama DIY menyampaikan bahwa lawatannya yang pertama di Nurul Iman ini didasari oleh ketertarikannya dengan penyampaian Umi Waheeda (Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School)  mengenai pengembangan ekonomi pesantren pada seminar di Yogyakarta beberapa waktu lalu. “Saat itu Umi hanya menyampaikan materi selama 15 menit. Namun, saya langsung tertarik dan berniat untuk mempelajarinya lebih dalam lagi”, ungkapnya.

Sejak ditunjuk sebagai pesantren percontohan dan rujukan dalam kemandirian ekonomi pesantren oleh Bank Indonesia, Nurul Iman kerap didatangi oleh beberapa lembaga pendidikan Indonesia. Hilir mudik lembaga-lembaga tersebut berbondong-bondong datang dalam kunjungan study banding.

  Selain dari rombongan peserta study banding tersebut, hadir juga perwakilan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Kemenhan menyampaikan apresiasi dan dukungannya untuk Nurul Iman atas pendidikan militer yang digelar di pesantren tersebut. Bahkan, Bapak Agus Wibawa, selaku perwakilan rombongan tersebut menyatakan keinginannya untuk bekerjasama dengan Nurul Iman bukan hanya dalam bidang pertahanan saja, melainkan juga dalam hal kebutuhan pangan. “Hasil produksi makanan dari Nurul Iman akan dinikmati oleh TNI, karena Nurul Iman lah yang nantinya akan menyuplai kebutuhan pangan kami”, tutur Bapak Agus.

 

 

 

Oleh : Irfan Nur Falah (Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply