Nurul Iman News-Komando Resimen Mahasiswa Batalyon STAI Nurul Iman Parung Bogor yang berada dibawah Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Barding School kembali menyelenggarakan Pendidikan Provost Resimen Mahasiswa (DIKPROV MENWA) yang kini memasuki angkatan ke-6. Sebanyak 44 Resimen Mahasiswa STAI Nurul Iman yang mengikuti kegiatan ini mereka ditempa dan dididik menjadi Provos MENWA yang Disiplin, Cerdas, Rapi, Tangkas dan Profesional.ok4
Pembukaan DIKPROV MENWA di tandai dengan penyematan tanda pelatih dan siswa oleh Ustadz Abdul Jalil, S.Pd.I selaku kemahasiswaan di STAINI pada dari Sabtu (1/10). Kegiatan ini dilaksanakan selama satu minggu terhitung dari tanggal 1 hingga 7 Oktober 2o16 dilapangan besar Kampus Biru Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. ok
Sebelum melaksanakan DIKPROV para CAPROV (Calon Provos, Red) harus terlebih dahulu mengeyam pendidikan DIKSAR MENWA minimal sudah menjadi anggota resmi menwa selama 2 tahun. Tak hanya itu mereka juga harus mengikuti kegiatan PRADIKPROV yang dilaksanakan selama tiga minggu yakni dari tanggal 9 hingga 30 September 2016.
Tugas pokok provost adalah membantu pimpinan dalam menegakkan kedisiplinan dan mengawasi kinerja  baik saat berdinas maupun di luar dinas agar tidak menyalahi aturan yang ada dan melanggar hukum yang berlaku.  Komandan Batalyon Menwa STAI Nurul Iman, Rosikin, S.y menerangkan “Pelatihan dan pendidikan Provost ini bertujuan untuk membentuk satuan provost sebagai penegak hukum khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, karena Abah dan Umi sangat membanggakan menwa yang menjaga dan menertibkan pondok”. ok2
Yusuf Andrianto, santri asal Kota Bengkulu yang merupakan komandan Provost STAI Nurul Iman menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dan merupakan sesi latihan lanjutan. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Resimen Mahasiswa di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman mampu meningkatkan kedisilplinan, dedikasi dan loyalitas  yang tinggi untuk Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman tercinta karena bagi kami para Menwa, Pondok Nurul Iman ini adalah harga mati !” tegasnya.
Resimen Mahasiswa Indonesia  merupakan sebagai wadah penyalur potensi mahasiswa dan pengembangan nilai-nilai, sikap dan perilaku, yang terampil serta mandiri. Kemandirian dan keterampilan serta berlatih kedisiplinan sebagai penegak hukum resimen Mahasiswa adalah menjadi unsur penting yang harus dimiliki bagi setiap anggota Provost Resimen Mahasiswa. “Widya Castrena Dharma Siddha, Murda Sarwa Labda sangat pantas dinobatkan untuk Menwa Di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, karena mereka multitalenta” tutur pria berambut cepak itu.

DIKPROV Menwa yang digelar di lingkungan Pesantren ini ternyata cukup diminati oleh santri Nurul Iman “Alhamdulillah, kegiatan ini banyak diminati oleh para santri yang mengikuti Menwa,  kami berharap dari seluruh anggota akan terbentuk  provost yang baik, loyalitas dan disiplin yang tinggi. Karena  moto kami adalah Disiplin Adalah Nafasku ” kata Muhammad Rudi, santri asal Lampung yang menjadi komandan satuan tugas dalam kegiatan tersebut. Pasalnya, dari 44 peserta hanya 28 Mahasiswa yang berhasil lolos dalah ujian DIKPROV MENWA tersebut.  ok3
Serangkaian kegiatan DIKPROV tidaklah mudah dan cukup menantang bagi peserta didik, diantanya : keprovosan, kepemimpinan, PBB, paku bumi, pengamana (PAM), pengendalian masa, TPTKP, patroli, pengawalan, dalalih, intelpam, binjas, caraka malam dan long march sejauh 70 km. “Saya senang mengikuti pendidikan provost ini, jauh lebih menantang dari diksarmil yang pernah saya alami sebelumnya” kata Deden Mahbudi, santri asal Bekasi yang menjadi salah satu peserta DIKPROV MENWA.
Pendidikan provost di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman terhitung sudah enam kali dan sudah mencetak 198 anggota provost. Dan hebatnya provost di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman ini adalah provost menwa terbesar/terbanyak dari seluruh batalyon/ atau satuan menwa diseluruh Indonesia.
Oleh : Budianto, S.H. (Pemimpin Redaksi)

Leave a Reply