BNPT Beri Kuliah Umum di  STAI Nurul Iman“Sebagai anak pesantren kalian nanti harus bisa berdialog dengan mereka, tapi jangan emosional ketika masuk ke area mereka (kelompok radikal)”.  Jelas Bapak Dr. H. Muslih Nashoha, M.A. di tengah mahasiswa STAI Nurul Iman  dalam kuliah umum, Sabtu, 10 Mei  2014 pukul 14.30 WIB.

Dengan nada yang meninggi, itulah kalimat yang terus didengungkan oleh Kasubdit Kepala Resosialisasi dan Rehabilitasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bapak Dr. H. Muslih Nashoha, M.A.  dengan tema “Dampak Radikalisme dan Terorisme terhadap Mental Generasi Muda”, Beliau terus memberikan informasi akan keberadaan dan aksi kelompok radikal dan teroris di sejumlah daerah.

BNPT adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPN) Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010.  Lembaga ini bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme.

Dalam penyampaiannya, kekhawatiran jelas tampak mengingat tugas BNPT  yang berhubungan langsung dengan tahanan dari kelompok radikal.

“Saya prihatin karena hampir 90 persen dari mereka (tahanan) adalah remaja seusia kalian (mahasiswa) .” Ungkap Beliau.

Menurut data dari BNPT, saat ini kelompok radikal sangat besar perkembangannya.  Hampir di setiap daerah ada kelompok-kelompok yang menginginkan negara Indonesia menjadi negara islam yaitu dengan menegakan syariat islam.  Sehingga mereka tidak mengakui NKRI dan Pancasila.  Tambah Beliau, saat ini mereka terus bergrilya ke sekolah, kampus, serta pondok pesantren.

“Tapi ingat jangan salahkan mereka, kita yang harus menyampaikan kepada mereka tentang  hal yang sebenarnya tentu dengan ilmu pengetahuan”.  Pesan Beliau diakhir kuliah umum.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply