Talk Show Bersama Cokelat BandSiapa yang tak kenal Cokelat? Grup band yang melegenda dengan lagu bertema nasionalismenya “Bendera”, membuat ribuan santri Al Ashriyyah Nurul Iman takjub (15/02). Dalam talk show yang bertema “Entrepreneurship in The Music Business”, mereka membawakan tiga lagu dengan sangat antusias, Karma, Hidup Ini Cinta, dan Bendera. “Kami dengan alat-alat yang sangat sederhana, dapat membuat diri kita dan seluruh santri happy.” jelas Edwin, sang gitaris cokelat.

Meskipun kedatangan grup band Cokelat tersebut tidaklah komplit karena Ernest dan Ronny tak dapat hadir, namun mereka tetap kompak. Talk show yang dihadiri oleh ribuan santri itu membuat kesan yang mendalam bagi personil band Cokelat, khususnya sang vokalis, Jackline Rossie. “Saya tidak menyangka kalau ternyata sambutan yang diberikan sungguh luar biasa.” ujarnya kepada tim redaksi Majalah Al Ashriyyah Nurul Iman. Yang membuat vokalis ketiga setelah menggantikan Kikan ini terkesan adalah bukti toleransi antar-sesama. “Saya non-muslim, tapi saya merasa itu bukanlah hal yang membedakan saya dengan mereka.” tambahnya.

Setiap personil Cokelat saling bebagi kisah dan pegalaman mereka dalam dunia musik dengan para santri. Bagi mereka musik bukan sekadar penyaluran hobi atau hiburan saja, namun musik merupakan part of entrepreneurship, musik dapat menjadi lahan wirausaha bagi siapapun, baik yang dapat bermain musik maupun tidak. Dalam kesempatan tersebut, mereka saling berdiskusi pula bagaimana mereka dapat eksis di dunia indistri musik Indonesia hingga memasuki usia mereka yang ke-18, tanggal 20 Juni depan. “Keyakinan yang saya miliki dan juga perjuangan besar, itulah yang mengantarkan saya dengan Cokelat.” jelas Jackilne Rossie.

Pada akhir talk show, Umi Waheeda memberikan sambutan yang tak kalah meriahnya, “Cinta adalah musik yang universal!” tutur beliau, “Cinta tidak membunuh seseorang, dengan cinta orang dapat bertahan hidup.” Itulah pernyataan beliau yang menguatkan bahwa adanya Nurul Iman ini merupakan bukti cinta kasih Abah dan Umi.

“Lovely performance.” begitulah penilaian Umi atas penampilan Cokelat. Beliaupun menjelaskan bahwa pihak yayasan akan menjadwalkan untuk Cokelat agar dapat hadir lagi di Nurul Iman secepatnya dengan personil penuh dan penampilan yang lebih maksimal. Bagi ibu ribuan santri ini, dan mungkin kita semua, setuju bahwa Cokelat merupakan saudara dan bagian dari seluruh santri, yang disatukan bukan hanya dari agama dan negara namun juga oleh musik. (by Mr. hamid)

Leave a Reply