Pembina Yayasan Umi Waheeda sedang memberikan sambutan pada Stadium General bersama Ditjen Pothan Kemenhan RI, Ahad (1/3). Kegiatan adalah salah satu bukti Nurul Iman sangat konsisten dalam mewajibkan militer bagi santrinya.
Pembina Yayasan Umi Waheeda sedang memberikan sambutan pada Stadium General bersama Ditjen Pothan Kemenhan RI, Ahad (1/3). Kegiatan adalah salah satu bukti Nurul Iman sangat konsisten dalam mewajibkan militer bagi santrinya.

Parung. Direktur Bela Negara Direktorat Jendral Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian RI Muhammad Faisal, S.E., M.M. menjadi tamu kehormatan dalam kunjungannya di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Ahad, 1 Maret 2015.  Kedatangan Bapak Faisal disambut hangat oleh seluruh santri dengan sambutan yang dikemas dengan Stadium General di Masjid Toha.

Rangkaian acara yang ditampilkan ialah pembukaan oleh Pimpinan Yayasan Habib Muhammad, Pembacaan ayat suci Al-Quran, penayangan profil pondok, penampilan kreasi seni santri, acara inti, dan sambutan Pembina Yayasan Umi Waheeda.

Mengangkat tema “Membangun Kesadaran Bela Negara” Bapak Faisal menyampaikan sambutan sekaligus materi tentang pentingnya sebuah pendidikan Bela Negara.  Nurul Iman yang sejak tahun 2006 ikut serta kegiatan Bela Negara di Rindam Jaya mengilhami diwajibkannya Bela Negara bagi seluruh santri pada tahun 2012 hingga saat ini.   Hal inilah yang menjadikan Nurul Iman berbeda dengan pesantren lainnya.

“Pesantren ini adalah kampusnya Bela Negara.  Pesantren ini adalah wadah yang luar biasa sebagai contoh sekolah terbaik di seluruh dunia.”  Ungkap Bapak Faisal.

Beliau mengatakan bahwasannya yang dimaksud Bela Negara adalah sikap, perilaku, dan tindakan kita yang didasari cinta terhadap negara untuk membela bangsa ini.

Sesi terakhir pun di isi dengan sambutan dan selayang pandang tentang pesantren kepada tamu oleh Pembina Yayasan Umi Waheeda.  Umi menyampaikan akan pentingnya pemuda Indonesia terjun dalam kegiatan militer.  Menurut Umi, Indonesia perlu mencontoh negara Singapura dan Korea yang mewajibkan pemudanya untuk ikut kegiatan militer.

“Kita negara besar tapi kenapa pemudanya tidak dilibatkan dalam menjaga negara ini.  Kita mesti contoh Singapura dan Korea,” jelas Umi Waheeda.

Tambah Umi, santri Nurul Iman juga dididik untuk mempelajari ilmu militer agar bisa membentuk karakter hingga bisa menjaga negara ini.  Dengan silaturahmi ini Kementerian Pertahanan pun berjanji akan bekerja sama dengan Nurul Iman dalam kegiatan bela negara. (RMNuh)

Leave a Reply