Nurul Iman News,- Gelombang manusia dari berbagai sudut pondok bergerak menuju Masjid Toha sejak pukul 5 sore hari. Tak pelak, masjid yang berada di area Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman ini penuh sesak dipadati lautan manusia berbusana serba putih. Ini terjadi tidak lain karena adanya kegiatan do’a akhir dan awal tahun 1 Muharram 1440 Hijriyyah yang dilakukan pada 11 September 2018 bersama seluruh keluarga besar Nurul Iman. Bahkan, tidak sedikit alumni dan wali santri yang turut hadir dalam acara tersebut.

Sebagaimana diketahui, bahwa pergantian hari dan tanggal pada kalender Hijriyyah terjadi pada waktu Magrib, maka di detik-detik terakhir sebelum adzan Magrib berkumandang seluruh santri membaca do’a akhir tahun bersama-sama. Sedangkan do’a awal tahun dibaca setelah pelaksanaan sholat Magrib berjamaah. Dalam pembacaan do’a akhir dan awal tahun ini dipimpin langsung oleh Pemimpin Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Habib Muhammad Waliyullah bin Habib Saggaf BSA. Berbagai do’a dan harapan dipanjatkan oleh Habib Muhammad setiap kali do’a akan dibaca.

Selepas pembacaan do’a, acara dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman S.Psi., M.Si. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk mengintropeksi diri masing-masing. “Kita jadikan malam ini sebagai malam intropeksi. Tentang apa yang telah kita capai selama satu tahun ke belakang dan apa yang akan kita lakukan satu tahun ke depan”, tutur Umi.

Aktor muda Chand Kelvin yang sebelumnya dikabarkan akan hadir dalam acara tersebut juga kembali datang menyambangi Pondok Pesantren Nurul Iman. Kedatangan Chand disambut dengan hangat oleh keluarga besar yayasan. Bahkan, Chand Kelvin sempat berbicara dengan Umi Waheeda mengenai kerjasama yang akan dilakukan antara kedua pihak. Rencananya kerjasama tersebut akan direalisasikan pada 21 September mendatang, tepatnya pada acara 10 Muharram 1440 H.

Keesokan harinya, selepas sholat Subuh (12/9) seluruh santri secara serempak menulis 313 lafadz basmallah di atas selembar kertas. Amalan tersebut dilakukan dengan aturan dilarang berbicara pada saat melakukannya. Sontak, seluruh sudut Nurul Iman menjadi sunyi seketika saat 15.000 santri mulai menuliskan lafadz basmallah di buku mereka masing-masing. Setelah ditulis, nantinya tulisan lafadz basmallah ini akan dilipat dan disimpan oleh masing-masing santri.

 Amalan menulis 313 lafadz basmallah memang merupakan kebiasaan yang selalu dilakukan oleh santri Al Ashriyyah Nurul Iman setiap kali memasuki tahun baru Hijriyyah. Amalan ini memiliki banyak keutamaan, tak heran seluruh santri selalu antusias setiap kali melakukannya.

 

 

 

Oleh : Akbar Rifqi (Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply