Sebanyak 500 Santri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor ikuti Apel Nusantara bersatu di Lapangan Tegar Beriman Pemda Kabupaten Bogor pada Rabu pagi (30/11/2016).
Pasalnya, Apel Nusantara Bersatu yang digagas oleh Panglima TNI  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.7
Apel Nusantara bersatu ini merupakan apel akbar kegiatan bersama masyarakat untuk menyatukan pandangan, dalam menjaga keutuhan NKRI, dengan tema “Nusantara Bersatu – Indonesia Milikku, Milikmu, Milik Kita Bersama”dan terselenggara dari hasil kerjasama Kodim 0621/Kab Bogor  dengan Pemda Kabupaten Bogor.
Kegitan ini dihadiri oleh lapisan asyarakat dari berbagai latar belakang dan profesi yang mencapai  24.869 peserta. Hadir sebagai tamu undangan Bupati Kab Bogor, Danrem 061/Sk, Dandim 0621/Kab. bogor, Kapolres bogor, Ketua DPRD Kab Bogor, Kepala SKPD, Kejari Cibinong, Kepala Pengadilan Negeri Cibinong, Para Dan ramil Dim 0621/Kab. Bogor dan Para kapolsek Polres Bogor.4
Kegiatan diawali dengan Atraksi kesenian: Angklung, Barongsai, Reog, Pencak silat, Marawis dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu Nasional, pembacaan puisi kemudian pemberian orasi oleh Bupati Kabupaten Bogor Ibu Hj. Nurhayanti, S.H., M.M., M.Si.“Kita harus bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan mempererat persatuan dan kesatuan kita” ujarnya.5
Keikutsertaan santri Al Ashriyyah Nurul Iman dalam upacara ini merupakan bukti nyata santri membangun persatuan di Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi komponen pemersatu, karena hari ini secara bersama-sama di seluruh nusantara mengadakan gebyar nusantara bersatu untuk membuktikan bahwa kita akan bersama-sama mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Saya sangat senang mengikuti upacara ini dan setelah mengikuti rangkaian acara, itu semua membuat saya lebih bisa memahami akan pentingnya persatuan dan kesatuan antar ras, golongan, agama atau segala perbedaan yang ada demi kokohnya NKRI” kata Fajar Agung Febriansyah, salah satu santri Nurul Iman yang hadir dalam upacara tersebut.2
Ada yang unik dalam acara tersebut yakni adanya ikrar bersama seluruh elemen masyarakat untuk berjanji menjaga persatuan dan kesatuan kemudian sambutan sekaligus doa bersama untuk Indonesia oleh pemuka agama, yakni dari pemuka Agama Islam, Konghucu, Hindu, Budha, Kristen Katolik dan Protestan.
Dalam upacara tersebut menjadi moment berkumpulnya tokoh lintas agama, alim ulama, umaro dan komponen masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku bangsa, Profesi dengan tekad yang kuat untuk sama-sama menyatakan komitmen bahwa di tengah keberagaman agama dan pandangan hidup yang sangat majemuk nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa harus dipertahankan dan mengakar serta menjadi sumber motivasi hidup untuk berdampingan dengan damai dan sejahtera.
Kemajemukan masyarakat seyogyanya kita syukuri sebagai anugrah dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa serta sumber kekuatan untuk melakukan tindakan baik yang mendukung satu sama lainnya.

Dilaporkan Oleh : Budianto bin Darmo Pawiro, S.H. (Pemimpin Redaksi)

Leave a Reply