hb m
Pimpinan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Habib Muhammad Waliyullah berjabat tangan dengan Presiden SBY sesaat setelah Upacara Kesaktian Pancasila usai, (1/10). Diharakan dengan silaturahmi ini, Nurul Iman dapat meningkatkan peran pesantren terhadap negara.

Pimpinan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Habib Muhammad Waliyullah, CEO Unit Wirausaha Nurul Iman Bapak Krisna Soejitno, dan sejumlah mahasiswa STAI Nurul Iman menghadiri undangan negara yakni upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober di Monumen Lubang Buaya Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2014).

Dalam upacara ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi inspektur upacara. Agenda tahunan ini dihadiri bersama seluruh Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, 560 anggota DPR terpilih periode 2014-2019, dan pejabat lembaga negara. Bagi presiden SBY upacara ini merupakan ke-10 kalinya dan menjadi yang terakhir selaku Presiden.

Dikutip dari tribunnemws.com bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh selaku ketua panitia menyebutkan, tema upacara Hari Kesaktian Pancasila kali ini adalah “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi”.

Kendati berhalangan hadir, namun Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Umi Waheeda mengatakan bahwa kehadiran Nurul Iman merupakan sebuah kebanggan tersendiri.

Umi Waheeda mengungkapkan kebanggaan Beliau pada Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School karena satu-satunya pesantren di Indonesia yang diundang dalam kegiatan ini. Selain itu, dari sekian banyak peserta upacara yang notabennya orang penting di negeri ini ternyata terselip santri Nurul Iman.

“Dari 28.000 pesantren di Indonesia, hanya Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School yang di undang. Umi bangga dengan kalian,” ungkap Umi Waheeda disertai tepuk tangan seluruh santri dalam Perayaan Hari Raya Idhul Adha 1435 H.

Pada kesempatan ini Pimpinan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Habib Muhammad Waliyullah sempat berjabat tangan dan berbincang sesaat dengan Presiden SBY. Diharapkan dengan silaturahmi ini, Nurul Iman dapat berperan lebih terhadap negara dan menjadi contoh bagi pesantren di Tanah Air.

Leave a Reply