Bersama Habib Muhammad Waliyullah bin Syekh Habib Saggaf

Selasa, 11 Agustus 2015

Bab Wasiat Terhadap Wanita

Wasiat seorang laki-laki (suami) terhadap wanita (istri) itu harus dengan hal-hal yang baik, karena wanita (yang sholehah) itu sangatlah mentaati apa yang dikatakan suaminya baik ketika masih hidup ataupun setelah meninggal. Hadits pertama dalam bab ini :

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إستوصوا بالنساء خيرا فإن المرأة خلقت من ضلع وإن أعوج ما في الضلع أعلاه فإن ذهبت تقيمه كسرته وإن تركته لم يزل اعوج فاستوصوا بالنساء. متفق عليه

وفي رواية لمسلم: إن المرأة خلقت من ضلع, لن تستقيم لك على طريقة فإن استمتعت بها استمتعت بها وفيها عوج وإن ذهبت تقيمها كسرتها وكسرها طلاقها

Karena pada hadits pertama dalam bab ini diterangkan bahwasannya wanita itu di ibaratkan tulang rusuk, sedangkan tulang rusuk itu tulang bengkok yang tidak dapat dipaksa untuk lurus. Maka dari itu sangatlah perlu seorang wanita mendapatkan bimbingan dari suaminya agar wanita dapat menjalankan kehidupannya dengan baik. Dan juga tulang rusuk yang bengkok itu tidak boleh dibiarkan saja, karena tulang rusuk itu akan tetap selamanya bengkok. Sebagai seorang laki-laki tidaklah diperkenankan untuk membiarkan istrinya (membebaskan) untuk berbuat apapun sendirian, karena seorang wanita dalam berbuat itu entah perbuatan sayyi’at (jelek) yang perlu bimbingan seorang laki-laki untuk memperbaikinya ataupun hasanan (baik) yang perlu kritik dan saran masukan yang membangun untuk mendukung apa yang sedang dikerjakan oleh seorang istri menjadi lebih baik.

 

 

Leave a Reply