Musyawarah MP3I se-IndonesiaUntuk pertama kalinya Nurul Iman menjadi tuan rumah dalam Musyawarah Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I), Ahad (6/4).  MP3I sendiri adalah sebuah organisasi yang menaungi 28.000 pesantren se-Indonesia.  Organisasi ini baru dibentuk pada saat pertemuan seluruh pengasuh/pimpinan pesantren se-Indonesia di Pesantren Riyadhul Jannah, Pacitan 27-28 lalu.  Termasuk didalamnya Pembina Yayasan al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Umi Waheeda Binti Abdul Rahman yang ikut merumuskan dan mendirikan organisasi ini. Pesantren Nurul Iman menjadi lokasi untuk pertemuan kedua seluruh pengasuh pesantren anggota MP3I.

Rangkaian acara dimulai dari pukul 10.30 WIB yang berlangsung di Masjid Toha.  Di hadapan ribuan santri Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, para tamu kehormatan dari berbagai pesantren saling bertatap muka dan menyapa seluruh santri. Para kiai dan pengusaha kemudian diperkenalkan dengan tayangan profil Pesantren Nurul Iman yang dilanjutkan dengan presentasi success story of Nurul Iman oleh Umi Waheeda.  Umi kembali menyampaikan sistem dan resep mengembangkan Pesantren Nurul Iman terlebih sepeninggal pendirinya yaitu Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abi Bakar Bin Salim.

“Nurul Iman itu menggunakan ilmu kepepet, apa saja dijual dan dikerjakan yang penting halalan toyyiban karena hungry man angry man.  Nurul Iman bertahan dengan ilmu itu.” Papar Umi Waheeda ditengah presentasi.

Puluhan tamu kehormatan dari berbagai kalangan turut hadir dalam acara ini.  Diantaranya Dr. KH. Letnan Purn. Azwar Anas selaku Pembina MP3I, Ketua MP3I KH. M. Zein Ali Ma’sum, Sekjen Kementerian Koperasi Ir. Agus Muharrom, Bupati Kutai Timur Bapak Isran Noor, Sekretaris Dinas Pendidikan Bogor, Ustaz Ali Akbar Pimpinan Pon-Pes al-Kautsar al-Akbar Medan, seluruh pengasuh/pimpinan pesantren se-Indonesia, segenap stakeholder Nurul Iman, dan para tamu undangan.

Rangkaian acara diisi dengan sambutan oleh beberapa tamu yang hadir.  Pembina MP3I, Bapak Azwar Anas sangat mengapresiasi Pesantren Nurul Iman dengan segala perkembangannya.

“Santri saat ini tidak boleh hanya menyampaikan fatwa-fatwa dan hadist saja dengan mengharapkan sedekah (amplop) kepada orang lain.” Tegas Bapak Azwar Anas.

KH. M. Zein Ali Ma’sum selaku ketua MP3I juga menyampaikan sambutannya. Dengan mengenakan sarung ala santri, kiai muda ini menjelaskan maksud dan tujuan MP3I.

“Sebenarnya MP3I terinspirasi dari pertemuan para ulama dan habaib, ketika tahun 2003 di Pon-Pes  Langitan serta tahun 2005 di Lirboyo namun masih belum ada gerakan, maka di Pacitan kemaren lah oraganisasi ini baru dibentuk.” Papar KH. Zein Ali Ma’sum.

Lanjutnya beliau menjelaskan bahwa MP3I sendiri bertujuan untuk meniadakan pesantren yang selama ini hanya meminta-minta  atau mengajukan proposal.  Kedepannya pesantren harus mandiri dengan kiainya yang juga harus sejahtera. Setelah itu Sekjen Kementerian Koperasi dan Sekretaris Dinas Pendidikan Bogor juga memberikan sambutannya.

Acara di-break untuk salat zuhur berjamaah dan makan siang yang kemudian dilanjutkan dengan musyawarah bersama para Uztadz dan pengurus Pesantren Nurul Iman hingga malam harinya.  Diharapkan dengan musyawarah ini tujuan untuk meningkatkan citra pesantren sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dapat tercapai. Amin.

Leave a Reply