Nurul Iman News – Pasca Jum’at bersih (Jumsih) pada pukul 08:30 WIB di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman sebagai kegiatan rutinitas mingguan, terselenggara kontes pencarian bakat yakni Grand Final Go Talent yang dimobilisatori oleh OSIS SMA Al Ashriyyah Nurul Iman pada Jum’at awal pecan Maret yang berlokasi di halaman asrama Abi Hanif komlek pesantren putra (10/3).

Digital Camera

Ajang pencarian bakat tersebut dalam kategori musik dan tarik suara yang bertemakan “Dengan musik hidup jadi asik” diikiuti oleh dua kategori yakni solo dan grup.  Dalam tiga besar yang terseleksi dari 12 kontestan solo dan 7 kontestan grup pada 6 Maret lalu di studio Nurul Iman. Kontestan grand finalis solo diduduki oleh Toriq Melkis (XI IPS 3), Amirudin (X IPS 3) dan Fahmi Hamdan (X BHS 2). Sedangkan kategori grup yakni Tingkerkil Band dari kelas XI BHS 1 (Muhammad Nuruddin sebagai vokalis, A. Nurul Asrori sebagai gitaris dan Rizki Arifin sebagai drummer ), Tanpa Judul Band (Edi Prayogo sebagai vokalis, Ikbal sebagai gitaris dan Huda sebagai drummer) dan PKP Band (Wiyogi sebagai vokalis, Febriansyah sebagai akustik dan Rifki Nafa sebagai gitaris).
Berawal dari musyawarah bersama antara kepengurusan OSIS SMA dihasilkan agenda yang terbilang cukup besar bagi mereka. Bertepatan pula dalam memperingati hari music nasional diadakannya acara tersebut. Gebrakan baru ini dalam ranah kemampuan dan soft skill para siswa dianggap sebagai wacana baru yang akan diagendakan sebagai agenda tahunan nantinya. “Program ini akan terus berjalan agar SMA Al Ashriyyah Nurul Iman lebih hidup dalam berkarya di bidang musik dan supaya yang lain dapat diajak untuk berpartisipasi menyemarakannya” Ustadz Didi Hidayat selaku Pembina OSIS SMA memaparkan.

Digital Camera

“Agenda ini bertujuan agar OSIS tidak stagnan dalam penyelenggaraan acara demi acara“ kata Abdul Khalid, ketua panitia Go Tallent. Memang dengan memadahi ekspresi siswa melalui acara tersebut menjadi suatu kesempatan untuk memunculkan bakat-bakat para siswa agar nantinya menjadi bekal dimasyarakat sebagai pionir-pionir multi talenta. Tidak hanya religious, namun juga berbakat dibidang apapun.

Digital Camera

Salah satu dewan juri pada acara tersebut menanggapi bahwa semua kontestan merupakan hasil bimbingan orang-orang studio sendiri, juga mempertunjukan suatu hiburan yang relevan namun tidak melucuti kerelegiusan itu sendiri termasuk trand mark santri yang berada di pundak kontestan. “Bukan pertama kali saya ikut sebagai kontestan, ini ketiga kalinya acara yang saya ikuti dan sensasinya luar biasa. Tidak seperti biasanya, semuanya bersorak sorai meramaikan dan sya berharap ini bisa mengantarkan saya menjadi lebih berani tampil dan jadi juara” harap M. Nuruddin salah satu kontestan dari Tingkerlik Band. Ini merupakan salah satu manifestasi cita-cita Abah Habib Saggaf yang menginginkan santri-santrinya jika tidak menjadi ulama’ besar, menjadi orang yang besar. Disadari atau tidak dewasa ini Niurul Iman semakin tunggi mengepakan sayap kemajuan dalam ranah talenta anak bangsa.
Oleh : Irpan Nurfalah (Tim Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply