Seminar EntrepreneurshipPuluhan ribu santri Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School menyambut hangat kunjungan Ketua Komisi VI DPR, Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT kemarin. Dalam kunjunganya kali ini beliau memberikan banyak bantuan berupa Baksos Kesehatan bagi santri Nurul Iman maupun untuk ratusan warga sekitar serta Seminar Kewirausahaan.
Seminar entrepreneurship yang bertajuk “Kewiraswastaan Kemandirian” ini dimulai tepat setelah sholat jum’at. Dengan tema yang diusung tadi, Ir. Airlangga Hartato memberikan gambaran bagaimana Indonesia menyongsong masa keemasanya. “Tahun 2015 adalah tahun dimana ASEAN Economic Community (AEC) mulai berlaku, atau yang kita kenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dimana AEC 2015 akan menjadi tantangan sekaligus peluang Indonesia dalam waktu dekat.” ujar beliau.
Beliau juga memberikan gambaran bagaimana masyarakat Indonesia harus membuka diri untuk lebih cermat dan memahami perekonomian yang berlangsung di negeri ini. Penduduk Indonesia diperkirakan sedang meniti puncak keemasan karena sebagian besar dari penduduk Indonesia merupakan para pemuda yang produktif. “Sehingga besar kemungkinan 20 hingga 30 tahun mendatang Indonesia akan menjadi sentral ekonomi dunia.” tandasnya.
Beliau pula memaparkan bahwa berdasarkan data, didapatkan bahwa jumlah pendapatan negara Indonesia pada tahun 2009 sebesar 539.377.000.000 USD. Jumlah yang sangat besar bila dibandingkan negara lain. Namun bila dilihat dari pendapatan per kapita negara Indonesia pada tahun 2009 hanya sebesar $ 2.329. Jumlah ini sangat sedikit bila dibandingkan dengan pendapatan per kapita negara lain dengan jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit. Thailand dengan jumlah penduduk 1/3 dari Indonesia (67.764.000 jiwa), akan tetapi memiliki pendapatan per kapita 2 kali lebih besar dari pada Indonesia yaitu sebesar $4.620. Malaysia dengan jumlah penduduk 1/8 dari Indonesia (28.318.000), namun memiliki pendapatan perkapita 3 kali lebih besar dari pada Indonesia, yaitu sebesar $7.525. Brunei Darussalam dengan jumlah penduduk 1/6 dari Indonesia atau sebesar 428.000 jiwa, tetapi memiliki pendapatan per kapita 10 kali lipat lebih besar dari pada Indonesia yaitu sebesar $25.386. Bahkan Singapura dengan jumlah penduduk yang hanya 5.076.700 jiwa atau sebesar 1/47 dari jumlah penduduk Indonesia, memiliki pendapatan per kapita terbesar di kawasan Asia Tenggara. Singapura memiliki pendapatan per kapita 15 kali lipat lebih besar dari Indonesia yaitu sebesar $36.379. “Ini merupakan PR kita bersama, bukan saja pemerintah ataupun pemeran ekonomi aktif. Khususnya pengusaha Indonesia harus lebih berani menghadapi persaingan yang ada karena sejatinya pengusaha itu lahir dari adanya persaingan. Kesempatan ada pada kita semua, menuju Indonesia keemasan semua pihak harus bersama-sama ikut andil membangun Indonesia terlebih dalam hal perekonomian.” tegas Bapak Airlangga.
Bukan hanya tokoh tersebut saja yang menberikan opininya, juga beberapa calon legislatif Kabupaten Bogor khususnya anggota DPRD Kabupaten Bogor atau yang kita kenal dengan Jaro Ade menyatakan bahwa peluang wirausahawan sangatlah terbuka khususnya di Kabupaten Bogor dan pemerintah pula sudah cukup sigap untuk membantu mengembangkan usaha mereka.
Beliau pula berharap bahwa seluruh santri Nurul Iman dapat memberikan peran dalam menumbuhkembangkan kewiraswastaan yang mandiri dan produktif. Bukan saja home industry ataupun pasar lokal namun mampu mencakup pasar internasional. (Red.ANI_Mr.H))

One Comment

  1. aNdi eljiffary Says Balas

    dahsyat

Leave a Reply