Senin, 24 Agustus 2015
MILAD ABAH YANG KE-70
MILAD ABAH YANG KE-70

Suasana kemerdekaan Republik Indonesia sudah terasa ketika dua hari sebelum tanggal 17 Agustus 2015, tepatnya pada hari sabtu 15 Agustus 2015 para santri Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School merayakan milad yang mulia guru tercinta Al Alim Al Alamah Al Arif Billah Sayyiduna Syekhul Kabir Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Beliau kami sapa dengan Abah.

MILAD ABAH YANG KE-70
MILAD ABAH YANG KE-70

Abah lahir di dompu 15 Agustus 1945, bersamaan dengan berkecambuk perang dan hujan bom di Dompu Nusa Tenggara Barat. Ibu beliau berlari dan bersembunyi disebuah tempat untuk menghindari percikan perang. Dan di saat itu Abah terlahir dengan kondisi terbungkus ketuban yang belum pecah berwarna merah dan putih. Sesaat setelah lahir seketika itu suara yang bergemuruh menjadi sunyi senyap ada satu pun korban yang gugur pada serangan itu. Hikmahnya dua hari menjelang kelahiran Abah terkumandanglah proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh sang maestro kemerdekaan Republik Indonesia Bapak Ir. Sukarno yang dengan gagah dan ketegasannya menyatakan kepada seluruh Bangsa Indonesia bahwasannya pada hari ini tanggal 17 Agustus 1945 adalah hak kita untuk meneriakan kata merdeka. Merdeka !!!

Momen ini digunakan para santri untuk mengenang lahirnya seorang guru mursyid yang telah membesarkan dan mendidik meraka hingga mengenal agama dan hidup menjadi manusia sempurna, seutuhnya manusia yang indah dihiasi ilmu dan budi pekerti.

Debu Konser Dimilad Abah yang Ke--70
Debu Konser Dimilad Abah yang Ke–70

Acara berlangsung mulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul13.00 WIB. Berbagai acara dihidangkan di antaranya: hataman al Qur’an, pembacaan tahlil, pembacaan maulid Nabi, penampilan kreasi santri dan ditutup dengan sambutan yang mulia Umi Waheeda binti Abdul Rahman. Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu kehormatan diantaranya Bapak Muhammad Teguh KAPUS PP-PON perwakilan dari Kemenpora RI, Staf Ahli Panglima TNI, bapak Ir. Darmansyah Bupati Bangka Belitung, Bapak Ir. Susilo, bapak H. Supono dan yang menarik seorang musisi sufi DEBU pun turut hadir menyumbang beberapa lagu untuk para santri.

Kegembiraan juga terpancar dari raut wajah Umi Waheeda binti Abdul Rahman walaupun bercampur dengan rasa haru yang sangat mendalam. Dalam keadaan seperti ini Umi tetap sangat tegar memberikan nasehat kepada seluruh santri. Umi berharap dalam sambutannya agar seluruh santri jangan pernah meninggalkan cintanya terhadap nurul iman, tetap dukung Nurul Iman agar selamanya tetap “free and quality education”.

Sambutan Umi Waheeda Dimilad Abah yang Ke-70
Sambutan Umi Waheeda Dimilad Abah yang Ke-70

Dalam sambutannyapun Umi bercerita dari awal mula kenal dengan Abah dan bisa sampai menikah, di ceritakan dengan begitu detail oleh umi dengan suasana haru yang sangat inspiratif bagi para santri. “Semua santri Nurul Iman harus menikah dengan santri Nurul Iman juga, dan bagi yang sudah menikah harus mencintai suami dan istri kalian karena Allah dan demi Allah, agar kalian saling mendukung dalam membela agama Allah dan ajaran Rasulullah” ujar umi dalam sambutannya. Ucapan indahpun terurai dari hati Umi, “Abah ada cinta pertama Umi, dan Cinta Umi hanya untuk Abah”.

Leave a Reply