Senin, 14 Desember 2015
Pembukaan Pameran Batik Oleh Habib Muhammad Waliyullah bin Syekh Habib Saggaf.
Pembukaan Pameran Batik Oleh Habib Muhammad Waliyullah bin Syekh Habib Saggaf.

Bogor (1-2/10), Batik adalah budaya Indonesia yang memiliki keunikan dan nilai estetika yang tinggi, keunikan yang indah itu merupakan salah satu ciri khas yang membentuk karakter indonesia dan menjadi identitas yang membedakan dengan bangsa lain.

Disamping itu juga memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia sebagai salah satu penopang kekuatan ekonomi rakyat. Dengan adanya pameran ini diharapkan kedepannya industri batik nusantara menjadi trend dan digunakan semua kalangan.

Acara ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 1-2 Oktober 2015 yang dibuka langsung oleh al Habib Muhammad Waliyulloh bin Syekh Habib Saggaf di kampus STAI Nurul Iman, pameran batik Nusantara ini merubah kampus STAI Nurul Iman menjadi kampung batik yang memamerkan berbagai macam batik nusantara serta pernak pernik yang terbuat dari batik.

Pameran Batik di STAI Nurul Iman, Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Bogor.
Pameran Batik di STAI Nurul Iman, Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Bogor.

Barulah di hari kedua seluruh santri tumpah ruah di masjid Toha dengan mengenakan batik menyambut kedatangan dr. Reno Yovial dan kawan-kawan dari Rumah Sakit Islam Jakarta dalam rangka pembelajaran dan penyuluhan perilaku hidup sehat (PHBS) bersama seluruh santri. Kegiatan pembelajaran ini meliputi sepuluh indikator PHBS yakni prosedur persalinan yang harus ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan, menimbang bayi dan balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban dan toilrt yang bersih dan sehat, memberantas jentik, mengkonsumsi sayur dan buah, melakukan aktivitas fisik dan olahraga serta tidak merokok.

Selain itu, disampaikan pula materi terkait etika batuk dan bersin serta langkah mencuci tangan standar kesehatan agar tidak terjadi penularan kuman. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyebaran penyakit terutama karena pesantren merupakan institusi pendidikan yang mengharuskan setiap siswanya untuk berinteraksi satu sama lain. Sehingga interaksi ini menyebabkan penyakit mudah tertular.

Penyuluhan PHBS bersama dr. Reno Yovial.
Penyuluhan PHBS bersama dr. Reno Yovial.

Saat ditanya apakah pembelajaran dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan program baksos dari rumah sakit di mana dr. Reno bekerja, dr. Reno menjawab “Ini murni hanya keinginan hati dan saya benar-benar terharu atas sambutan dan perlakuan Al Ashriyyah Nurul Iman atas kedatangan saya. Semua orang bersmangat dan saya sangat terharu. Insha Allah ini akan berlanjut”. Begitu pula respon tim dr. Reno lainnya, mereka merasa senang dapat memanfaatkan ilmu dengan cara membaginya dengan para santri agar dapat hidup sehat dan bersih. Terutama sekali dr. Gema yang datang ke Al Ashriyyah Nurul Iman karena memiliki keterikatan batin sebab secara tidak langsung pernah berguru dengan Shaikh Abu Bakar bin Salim, kakek dari mendiang As Shaikh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syaikh Abi Bakar bin Salim. Semoga silaturahmi ini dapat terus terjalin dan bermanfaat terutama bagi santri Al Ashriyyah Nurul Iman. Acara semakin meriah dengan adanya pameran batik di pelataran masjid Toha.

Leave a Reply