Nurul Iman News- Sebanyak 300 santri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman  mengikuti Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN)  yang di selenggarakan Komando Distrik Militer  0621/Kab. Bogor pada hari selasa, 28 Februari 2017.2
Pendidikan pendahuluan bela negara  yang di yang diikuti oleh 200 santri putra dan 100 santri putri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman ini mengambil tema “Menciptakan generasi muda yang tangguh, iman dan taqwa yang kuat dan berwawasan kebangsaan”.Karena sasaran PPBN adalah terwujudnya warga negara Indonesia yang mengerti, menghayati dan sadar serta yakin untuk menunaikan kewajibannya dalam upaya bela negara, dengan ciri-ciri: Cinta tanah air, Sadar berbangsa Indonesia, Sadar bernegara Indonesia, Yakin akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi Negara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara, Memiliki kemampuan bela Negara.bela negara (17)
Kegiatan PPBN ini merupakan yang kedua kalinya diadakan di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School yang mana PPBN pertama diadakan pada tanggal 03 Juni 2015 yang diprakarsai oleh Korem 061/Surya Kencana Bogor yang berlangsung hingga 11 hari. Sedangkan PPBN kali ini hanya berlangsung selama dua hari dari tanggal 28 Februari hingga tanggal 1 Maret 2017. Meskipun hanya dua hari, namun jadwal pelatihan begitu padat, para santri mereka diberikan materi seperti ceramah dan diskusi tentang bela negara, pelatihan pengembangan diri, tanya jawab, pelatihan baris berbaris, PPM, wawasan nusantara, mountenering, materi keterampilan, caraka malam, renungan suci, materi fisik dan lain sebagainya untuk menggembleng mental yang kuat pada diri santri. bela negara (2)
“Pendidikan pendahuluan bela negara ini sungguh luar biasa, dan kami menyadari bahwa yang hanya dapat mempertahankan dan membela Negara ini adalah kami pion-pion muda Indonesia. kami sangat bangga menjadi Santri Nurul Iman dan kami juga bangga menjadi pemuda Indonesia” ungkap Muhammad Harjian Anwar, santri asal depok yan menjadi salah satu peserta PPBN. ”Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi santri Al Ashriyyah Nurul Iman untuk kedua kalinya TNI mengadakan PPBN di pesantren Nurul Iman, hal ini sangat berdampak positif bagi santri dan masa depan negeri ini. Hal ini juga akan membuat hubungan antara aparat TNI dan Pondok Pesantren menjadi lebih harmonis untuk bersama-sama menjaga kedaulatan NKRI” Kata Rosikin, S.Sy., selaku Danyon Menwa STAI Nurul Iman.bela negara (5)
Tujuan PPBN adalah mewujudkan warga negara Indonesia yang memiliki tekad, sikap dan tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut guna meniadakan setiap ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Selain itu juga untuk menyiapkan rakyat yang terlatih, “Tujuan utama PPB di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman ini adalah menyiapkan rakyat terlatih, yang merupakan kader bela negara dari pemuda–pemudi di Nurul Iman ini” papar Mayor CHB.R.Khaerul selaku komandan latihan PPBN saat di wawancara oleh tim redaksi Nurul Iman. Beliaupun mengaku sangat bangga telah ada kesempatan melatih santri di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. Beliau juga menjelaskan sebagai warga negara khususnya para Santriwan dan Santriwati Al-Ashriyyah Nurul Iman berkewajiban untuk upaya pembelaan Negara manakala negara dalam keadaan bahaya, dimana upaya mempertahankan negara bukan pula hanya dibebankan pada pundak TNI saja akan tetapi kepada seluruh Warga Negara Republik Indonesia.bela negara (29)

Serangkaian kegiatan dimulai pada Selasa pagi 28 Februari 2017 yang diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh ribuan santri Al Ashriyyah Nurul Iman. Kegiatanpun berlangsung lancar hingga upacara penutupan yang resmi di tutup pada hari Kamis, 02 Maret 2017 pukul 00.33 WIB. Dalam sambutannya pada upacara penutupan, Mayor CHB.R.Khaerul selaku komandan latihan PPBN menyampaikan penghargaan, kepada para peserta latihan dari kalangan para santri atas keinginan yang kuat untuk mengikuti kegiatan PPBN, hal tersebut menunjukkan   bukti   betapa  para  santri  semua memiliki persepsi dan pemahaman yang mendalam terhadap pentingnya mengimplementasikan hak dan kewajiban warga negara dalam upaya bela negara. CEO Al Ashriyyah Nurul Iman Drs. Krishna Soejitno dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangga kepada santri dan berharap para santri lebih bisa mempunyai jiwa korsa, jiwa berjuang, rela berkorban untuk bangsa Indonesia.
PPBN ke-2 di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman ini terlaksana atas permintaan Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Umi Waheeda binti Abdul Rahman S.Psi., M.Si. Korem 061/Surya Kencana Bogor, kemudian Danrem menunjuk Kodim 0621/Kab. Bogor untuk menyelenggarakan pendidikan pendahuluan bela negara di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School. Sebanyak 26 personel TNI dikerahkan untuk melatih para santri dan di bantu pula oleh Danramil Parung, Kapten Inf Kusnun beserta beberapa pengawalnya. PPBN ini diselenggarakan karena rasa kepedulian Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Umi Waheeda binti Abdul Rahman S.Psi., M.Si. akan pentingnya bela Negara. Karena Umi Waheeda pun telah mencanangkan wajib militer bagi santri dan itu sudah terwujud di Nurul Iman. Mengingat membela dan mempertahankan negara merupakan hak sekaligus kewajiban warga negara sesuai amanat UUD 1945 pasal 30 tentang Bela Negara. Begitu juga dalam pasal 9 UU nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara juga disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan.
Sebagai santri, kita harus tahu sejarah. Bahwa dunia pesantren dan peran  kaum santri dalam merebut, berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Saat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, para Kiai Pondok Pesantren memahami dan menerapkan betul kalimat “Hubbul wathan minal iman”, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Sehingga apapun akan mereka lakukan untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut. Meski harus mengkorbankan nyawa sekalipun.1
Fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh PBNU menjadi titik tolak perjuangan para Kiai, tentu beserta santri-santrinya. Pada 21-22 Oktober, NU mengumpulkan semua kiai dan konsul NU se-Jawa Madura untuk memusyawarahkan tentang sikap yang akan diambil terkait masuknya kembali pasukan Belanda dan sekutu ke Indonesia. Dari pertemuan tersebut, KH. Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa fardlu ‘ain bagi umat Islam untuk memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia.
Di era reformasi ini, kaum santri harus mulai bangkit kembali membangun tatanan budaya, ekonomi dan pendidikan agar muncul kembali semangat pejuang-pejuang kaum santri yang telah mewariskan Indonesia kepada kita. Mereka rela mengorbankan jiwa, raga dan harta untuk kemerdekaan bangsa tercintanya. Maka, kita juga harus rela mengorbankan waktu, tenaga dan harta untuk kemaslahatan bangsa Indonesia. Merdeka !!!
Oleh : Budianto bin Darmo Pawiro, S.H. (Pemimpin Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply