Nurul Iman News-Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia  tercatat sebagai salah satu sejarah kelam tercatat dalam sejarah negeri ini. Ketika kemerdekaan yang baru sebentar di rebut dari tangan penjajah justru ingin di rongrong oleh Partai Komunis Indonesia atau lebih di kenal PKI dalam upayanya mencoba mengkudeta kepemerintahan bangsa Indonesia yang saat itu di bawah pimpinan Presiden Soekarno.  dsc_3522
Dan puncak dari kebiadaban partai berlambang palu dan arit di Indonesia yang saat itu di bawah komando Dipa Nusantara Aidit atau sering dikenal dengan nama DN. Aidit melakukan propaganda besar di negeri ini. Bahkan lewat Komandan Batalyon I Cakrabirawa yang di pimpin Letnan Kolonel Untung Syamsuri pada tanggal 30 September 1965 pada Kamis malam Jum’at atau pergantian hari 1 Oktober , gerakan ini melakukan tindakan keji. Dengan menculik dan membunuh beberapa jenderal yang memiliki kedudukan militer cukup tinggi. Dan gerakan ini akhirnya lebih di kenal dengan sebutan G 30 S PKI.
Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School yang merupakan lembaga pendidikan Pesantren Modern  yang bukan hanya mengajarkan pendidikan agama dan pendidikan umum saja, melainkan lembaga pendidikan yang juga mengedepankan nilai-nilai nasionalisme dalam pendidikan bela Negara.
Pada hari bersejarah ini, Al Ashriyyah Nurul Iman juga memperingatinya dengan mengadakan upacara peringatan G 30 S/PKI dengan mengibarkan bendera Merah Putih  setengah tiang yang di laksanakan di depan rumah kediaman Umi Waheeda dan di  lapangan besar kampus biru Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor, Ahad (30/09).
Uparacara peringatan G 30 S/PKI di kampus Biru di laksanakan pada pukul 10.00 Wib  di sela-sela kesibukan santri yang masih melaksanakan ekstrakulikuler. Upacara ini di hadiri ratusan santri yang tergabung dalam beberapa wadah organisasi di antaranya : Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Pencak Silat Cimande, Pencak Silat PORSIGAL, Pencak Silat NU Pagar Nusa, Pencak Silat Beksi Betawi, Karate, Paskibra, Pramuka dan Resimen Mahasiswa Yon STAINI. Dalam acara ini di hadiri pula Ustadz Ibnu Mu’ti Al Hafidz, S.Pd.I selaku Ketua Kepesantrenan.dsc_3558
Yang bertugas sebagai komandan Upacara peringatan ini adalah Rosikin, S.H selaku komandan Batalyon Menwa STAINI serta Ustadz Romadhon, S.Pd.I sebagai Pembina upacara. Dalam sambutannya beliau mengatakan  “Upacara Peringatan G 30 S/PKI ini adalah wujud nasionalisme kita sebagai santri, supaya kita bisa menghargai para pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa ini, dan peringatan ini pula kita niatkan untuk mendoakan para pahlawan negeri ini dan para pahlawan yang menjadi korban Gerakan 30 September PKI”.
Acarapun berjalan dengan lancar dan penuh khidmad yang di akhiri dengan do’a bersama. Semoga dengan adanya peringatan hari bersejarah ini bisa  lebih menumbuhkan jiwa nasionalisme dan belanegara kita. Bahwa Negara ini  merdeka dengan penuh pengorbanan dan susah payah dari mereka para pejuang bangsa. Semoga Allah Swt memberikan balasan yang terbaik untuk para pahlawan negeri kita ini. Amin.

Di Laporkan Oleh : Budianto, S.H (Pim Red)

Leave a Reply