Nurul Iman News,- Gubernur Bank Indonesia Dr. Perry Warjiyo berkunjung ke Al Ashriyyah Nurul Iman pada Selasa (7/8) dalam rangka program “Bank Indonesia Mengajar dan Penyerahan Simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSBI)”. Tujuan program ini selain untuk memperkenalkan fungsi dan peran bank sentral kepada santri, namun juga sebagai ucapan terimakasih dari Bank Indonesia kepada Al Ashriyyah Nurul Iman atas kerjasama yang sudah terjalin diantara kedua lembaga tersebut.

Kedatangan Bapak Dr. Perry Warjiyo disambut dengan sangat meriah oleh santri Nurul Iman. Ini dibuktikan dengan animo dari tim penyambutan tamu –yang terdiri dari anggota exstrakurikuler pramuka, paskibra, kentongan, drum black, marawis, dan hadrah-  yang sudah siap menyambut kedatangan Bapak Perry di gerbang pesantren. Dengan didampingi oleh Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si, Bapak Dr. Perry Warjiyo diajak untuk melihat secara langsung unit-unit usaha Nurul Iman dan berlanjut menuju ke Masjid Toha, tempat dilangsungkannya acara.

Tidak berhenti sampai disitu, ucapan selamat datang juga disampaikan oleh keluarga besar Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman lewat penampilan atraktif dari taekwondo Nurul Iman, N-Lions. Dengan aksi panggung yang memukau, N-Lions sukses mencuri perhatian Bapak Perry beserta rombongan, hingga senyum dan tawa bahagia tak pernah lepas dari bibir orang nomor satu di Bank Indonesia tersebut. Bahkan, tak jarang audience memberikan acungan jempol dan applause sebagai bentuk apresiasi pada N-Lions.

Dalam acara ini hadir pula pejabat-pejabat Bank Indonesia, diantaranya Bapak Solikin M. Juhro (Ketua Bank Indonesia Institute), Bapak M. Anwar Bashori (Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syari’ah), Bapak Agusman (Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia), dan Ibu Retno Ponco Windarti (Kepala Departemen Kebijakan Makro Prudensial).

Umi Waheeda menyatakan dalam sambutannya, bahwa tujuan kerjasama antara Nurul Iman dengan Bank Indonesia adalah untuk mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren se-Indonesia yang jumlahnya mencapai 29.000 pesantren. “Nurul Iman bisa menggratiskan pendidikan dan biaya hidup bagi 15.000 santri karena kami memiliki 33 unit usaha yang dapat menopang seluruh biaya operasional pesantren,” tutur Umi.

Sementara itu, Bapak Dr. Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi dan rasa takjubnya kepada Nurul Iman. “Tidak banyak pesantren yang bisa maju di bidang pendidikannya, terlebih lagi pesantren yang memiliki santri yang begitu banyak. Namun ternyata Nurul Iman mampu memberikan pendidikan dengan baik,” ungkap Bapak Perry di awal sambutannya.

Dalam kesempatan ini pula, Bapak Dr. Perry Warjiyo berbagi 4 kunci kesuksesan kepada belasan ribu santri yang memadati Masjid Toha Pondok Pesantren Nurul Iman. Seluruh santri langsung menyimak dengan seksama saat Bapak Perry mulai menjelaskan 4 kunci tersebut satu persatu.

Sebagai wujud dari program Bank Indonesia Mengajar, maka acara dilanjutkan dengan pengenalan Bank Indonesia kepada seluruh santri. Uniknya, dalam sesi pengenalan Bank Indonesia ini diselingi dengan kuis dan berhadiah doorprize. Hal ini sontak membuat santri semakin bersemangat untuk mengenal Bank Indonesia lebih dekat lagi.

Di penghujung acara, kedua lembaga ini saling bertukar cinderamata. Bank Indonesia sendiri memberikan cinderamata berupa sarana ruang belajar, BI Corner, dan sarana senitasi kepada Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman. Selanjutnya, acara ditutup dengan do’a dan foto bersama. Namun, sebelum meninggalkan tempat, Bapak Dr. Perry Warjiyo beserta rombongan menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat Magrib berjamaah bersama belasan ribu santri Al Ashriyyah Nurul Iman. Adalah Habib Muhammad Waliyullah bin Habib Saggaf BSA yang menjadi imam pada sholat Magrib berjamaah tersebut.

 

 

Oleh : Akbar Rifqi dan Nuraini Sukmawati

 (Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply