Nurul Iman News- Sebanyak 100 Resimen Mahasiswa Batalyon STAI Nurul Iman hadiri peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kemenhan yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, ratusan TNI dari berbagai elemen angkatan Darat, Laut dan Udara serta ormas bela Negara,  pada Selasa (28/2).2
Menwa Batalyon STAI Nurul Iman bertegur sapa hangat dengan bapak Ryamizard karena memang bapak menhan sudah sangat mengenal Al Ashriyyah Nurul Iman. Dalam sambutan acara bapak menhan mengatakan “Bela negara itu sangat penting, kita tidak mungkin membela negara lain, seperti Amerika, karena mereka juga tidak akan membela kita. Yang membela Republik Indonesia Ya kita bangsa Indonesia sendiri,” Ungkap Bapak Ryamizard dalam sambutannya. “Jadi kalau ada orang bilang kalau ini (pendidikan bela negara) pelatihan untuk perang, pelatihan untuk wajib militer, itu terbalik sekali itu, nol persen itu (kebenarannya). Yang benar itu kesadaran bernegara,” imbuhnya. Menhan berharap pusdiklat dapat berfungsi optimal menyokong kesadaran bernegara melalui program bela negara serta berharap kepada generasi muda ikut andil dalam bela negara yang dapat juga dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas yang akan membawa negara indonesia lebih maju dan lebih baik. 3
Pusdiklat Bela Negara berlokasi di Kampung Pabuaran, Desa Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor. Peresmian Pusdiklat Bela Negara dihadiri perwakilan kementerian, pejabat Kemhan, Menwa, ormas bela negara dan unsur muspida Kabupaten Bogor. Peresmian Pusdiklat Bela Negara dilakukan secara simbolis dengan pengguntingan pita dan penanaman pohon beringin. Sebelum diresmikan, pusdiklat ini sudah digunakan Kemhan untuk diklat pembentukan kader bela negara bagi aparatur sipil negara di kementerian, lembaga, kampus dan ormas.1
“Kami sangat senang bisa hadir dalam peresmian pusdiklat ini, dan kami dari  Menwa Batalyon STAI Nurul Iman merupakan tamu yang di Istimewakan pak menwan, kami jugdipersilahkan untuk berjabat tangan dan berfoto bersama di saat tamu yang lain dilarang dekat-dekat dengan beliau oleh pengawal pak menhan” ujar Sarmad, salah satu peserta dari Menwa Yon STAI Nurul Iman.
Oleh : Amir Hasanudin, Crew.

Leave a Reply