Walau mentari masih malu untuk memperlihatkan dirinya dari balik awan pagi, seluruh santri sudah berlalu lalang dengan seragam gamis atau koko putih mereka serta jilbab merah muda para santri putri yang menuju lokasi perayaan ulang tahun yang mulia Umi Waheeda yang ke 49 tahun di masjid Toha Parung, Bogor(14/1).4
Seperti halnya pada acara perayaan lain, Al Ashriyyah Nurul Iman selalu memperingatinya dengan cara membaca khotmil Qur’an, tahlil-tahmid dan surat Yasin serta dilanjutkan dengan pembacaan maulid diba’i Nabi Muhammad SAW. Hal ini telah menjadi tradisi.2
Walau tidak tercatat sebagai jadwal hari penjengukan wali santri pada kalender Nurul Iman, dengan kemurahan hati beliau, yang mulia Umi Waheeda masih tetap mengizinkan para keluarga santri  untuk menjenguk anaknya masing-masing.
Hal ini menjadikan perayaan menjadi tambah ramai dan meriah, selain 15 000 santri, para alumni, para keluarga atau wali santri dari berbagai penjuru tanah air, perayaan tersebut juga dihadiri oleh para tamu kehormatan. Mulai dari departemen pemerintahan, rekan bisnis, komandan menwa, tzu chi malaysia dan indonesia, bahkan rekan umi dari London, Inggris dan Jepang  juga turut hadir merayakan pesta tersebut. Terlebih kedua orang tua beliau yakni kakek H. Abdul Rahman dan nenek Safinah yang rela datang jauh-jauh dari negeri Singapura.1
Acara yang dibuka pada pukul 07:00 WIB serta acara inti pada pukul 09:00 WIB itu terulur hingga pukul 10:00 WIB dikarenakan turun hujan.
Dengan gaun hitam elegant serta blesser ungu desainan konveksi Nurul Iman purti sebagai kado ulang tahun, umi menyataka bahwa beliau sangat menyukai gaun tersebut. Memang sangat indah dan  mewah.
Kemeriahan perayaan dengan tema “SANAH HELWAH TO OUR BELOVED UMI : DARI SANTRI UNTUK UMI DAN DARI SANTRI UNTUK NEGERI” sangat terkesan yang diisi penuh oleh penampilan spektakuler santri sebagai kado istimewa untuk beliau. Seperti pantomim SD putra Nurul Iman, beberapa tarian juga nyanyian lagu ibuku dari PAUD Nurul Iman. Dengan penampilan mereka tersebut sempat membuat air mata haru Umi terjatuh ketika 2 siswa paud bernyanyi dan memberikan buket mawar kepada beliau. Berbagai macam dance pop dan melayu permintaan atau tantangan dari Umi juga ditampilkan santrinya. Akustik serta martial art gabungan beladiri di Nurul Iman mulai dari Pencak Silat Cimande, Porsigal,  SH Terate dan Pagar Nusa. Disusul oleh penampilan bela diri asal negeri ginseng Korea yaitu N’lions Tae Kwondo yang menjuarai Go Show di Net TV. Pada akhir penampilan diisi oleh grup band Islami papan atas “Debu” yang mendapat julukan “santri musiman”.  Gelar tersebut mereka peroleh karena mereka hanya berada atau datang ke pondok hanya pada saat-saat tertentu. Grup band kolaborasi yang berasal dari manca negara itu mendendangkan tiga buah lagu . kemeriahan atas penampilan tersebut mereka berkata : “ Suatu kehormatan yang amat sangat jika kami tampil disini dibandingkan tampil di tempat-tempat lain. Terkadang kami merasa biasa saja tapi jika disini kami merasa suatu yang beda “ ucap Mustafa sang vocalis Debu dibarengi dengan seruan tepuktangan meriah 15.000 santri.5
Diam-diam, Alumni Nurul Iman juga sudah mempersiapkan sebuah kado spesial untuk Umi, yaitu sebuah tiket Umrah ketanah suci Makkah. Namun Umi juga ternyata telah memperoleh kado yang sama dari rekan beliau. “Tapi tidak apa-apa dan umi ucapkan terima kasih banyak pada para Alumni, uangnya nanti umi bisa membelikan oleh-oleh untuk santri” ujar umi pada sambutan beliau. Umi pun menambahkan “Besok Umi akan pergi Umrah, Umi akan sebut nama-nama asatidz dan kalian semua santri Nurul Iman untuk bisa datang ke Baitullah seperti Umi”. Subhanallah…begitu mulia beliau.3
Pada sesi pemotongan tiga buah tumpeng raksasa dan beberapa kue tart, sosok wanita tangguh asal  singapura yang telah berumur 49 tahun itu meresmikan produk baru Black Garlic pondok pesantren yang diberi nama Black Diamond sebanyak 100 bungkus. Black garlic atau bawang putih hitam dengan teknologi jepang yang mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Selain itu umi juga meresmikan kontrak kerja sama pembuatan Nurul Iman Channel dari IPTV serta akan mengadakan pembelajaran broadcasting dan dunia film. Umi berpesan pada sambutan kemeriahan pesta ulangtahunnya: ” tidak selamanya kita kita hidup di dunia ini, jadi jangan pernah happy-happy atau santai-santai”. Kepada santrinya ia juga berpesan agar selalu semagat menuntut ilmu umum, teknologi,agama dan menghafalkan al Qur’an supaya menjadi  manusia sempurna seperti kehidupan Rasulullah SAW,dan selalu membela Islam. “Harta, tahta, wanita semua akan di tinggalkan. Maka jangan cinta dunia, cintalah hanya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW” pungkas Umi.dp ultah umi 49
Acara selesai genap pada pukul satu siang dengan sambutan dan doa penutup dari bapak Sobri dari Islamic Center Jakarta. Red-

by : Dolhy Harahap (Staff Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply