Pemilu 2014Ribuan santri Nurul Iman yang sudah mempunyai hak pilih akhirnya ikut menggunakan suaranya dalam Pemilu Legislatif, Rabu (9/4).  Sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa siswa/mahasiswa/santri rantau berhak dan diwajibkan untuk ikut menyoblos dimana pun berada atau sekalipun tidak di kampung halaman.  Yayasan Nurul Iman Islamic Boarding School yang mempunyai santri berasal dari seluruh daerah Indonesia mengadakan pemilihan di area pesantren sendiri.  Nurul Iman yang berada di dua desa berbeda yaitu Desa Waru Jaya dan Bojong Sempu mendirikan 12 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan perincian 7 TPS Desa Bojong Sempu untuk santri putra dan 5 TPS Desa Waru Jaya untuk santri putri.

Sehari sebelumnya para santri diberi bimbingan teknis dan tata cara Pemilu tahun ini oleh panitia.  Hal yang berbeda hanya terletak pada cara pemberian tanda di surat suara yaitu dengan menyoblos bukan memcontreng seperti pada Pemilu 2009 lalu.  Selain itu warna pada setiap surat suara juga disampaikan guna membedakan surat suara untuk DPR Pusat, DPD, DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten.

Pemberian suara pun dimulai pada pukul tujuh pagi hingga pukul satu siang kemudian langsung diadakan penghitungan suara yang berakhir pada malam hari.

Panitia/KPPS Pemilu pun melibatkan para ustaz dan pengurus pesantren.  Tercatat 84 panitia putra/putri ambil bagian sebagai panitia dengan rincian 7 panitia dan 2 keamanan di TPS masing-masing.

Pemilu tahun ini merupakan kali kedua bagi pesantren yang berdiri pada 1998 silam menggunakan hak pilih santri di lingkungan pesantren.  Sebelumnya, Pemilu tahun 2009 juga berlangsung dengan sistem yang sama.

Leave a Reply