dsc_3659
Batik Warisan Budaya Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.  Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya.

dsc_3647
Kalau bukan generasi muda yang melestarikan budaya, siapa lagi?

Sebagaimana sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 pada setiap tanggal 2 Oktober telah dinyatakan sebagai Hari Batik Nasional. Ini untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO atau dengan kata lain pada tanggal 2 Oktober itu batik Indonesia resmi diakui sebagai warisan budaya dunia.

dsc_3693
Tambahan pengetahuan untuk mahasiswa STAI Nurul Iman

Pada hari Batik Nasional beragam lapisan masyarakat dari pejabat, publik figur, wiraswasta, pelajar atau mahasiswa, dan masyarakat umum dihimbau untuk mengenakan batik. Begitupun di Al Ashriyyah Nurul Iman juga ikut merayakan hari batik nasional ini dengan berbagai nuansa, diantarannya pameran batik, Batik Fashion Show dan juga seminar Batik.

dsc_3661
Keberagaman Batik Indonesia yang sedikit diketahui orang

Seminar batik di selenggarakan di Masjid Thoha Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor. Ahad (2/10/2016). Seminar batik tersebut dilaksanakan untuk memperingati hari batik internasional dengan mengambil tema “Melestarikan Keudayaan Bangsa Melalui Batik Nusantara”.

dsc_3709
Latar belakang santri yang berbeda-beda menambah keberagaman budaya di Nurul Iman

Dalam seminar tersebut dimoderatori oleh Bapak dr. Soekanto yang merupakan Guru batik di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman. Sedangkan yang menjadi narasumber yakni Nauval Anggito Yudhistira, seorang budayawan Muda yang masih duduk di kelas XII SMAN 28 Jakarta namun sudah meraih prestasi tingkat Reginal dalam hal seni budaya khusnya seni batik.
Dalam materi presentasinya, Nauval memaparkan dan memperkenalkan berbagai jenis batik dari berbagai daerah di Indonesia dalam judul presentasinya “Menggali Nilai Estetis Dan Historis Batik Dalam Nasionalisme”. “Setiap Daerah penghasil batik di Indonesia itu mempunyai ciri khusus dan keindahan tersendiri, itulah salah satu kekayaan negeri ini yang harus kita banggakan dan lestarikan” ungkapnya.
Di akhir seminar ini ditampilkan pula Batik Fashion Show yang memamerkan berbagai pakaian dan jenis batik dari berbagai daerah di Indonesia. Dr. Soekanto beserta istrinya Ibu Ratih mengaku sangat bangga terhadap santri Nurul Iman yang begitu antusias untuk melestarikan budaya batik “kegiatan ini sungguh luar biasa, kreatif. Kami tak pernah merasa lelah mengajar batik di Nurul Iman karena semangat santri yang luar biasa untuk melestarikan batik Nusantara.
Tak mau kalah dalam berkarya, Choirul Huda salah seorang santri Nurul Iman yang juga salah satu santri yang mengikuti kelas batik di Nurul Iman memamerkan motif batik baru yang diberi nama ”Batik Nurul Iman”.
Semoga kegiatan batik ini akan semakin menumbuhkan rasa cinta kita terhadap seni budaya lokal yang harus terus di lestarikan demi mempertahankan dan mengembangkan kekayaan di negeri kita tercinta. Amin
Oleh : Budianto BIN Darmo Pawiro, S.H (Pim Red)

Leave a Reply