Nurul Iman News,- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia terus menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR di berbagai tempat. Kali ini pada Ahad (16/9/2018), Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman yang dipilih menjadi tempat digelarnya kegiatan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, dalam sosialisasi ini Wakil Ketua MPR RI Bapak H. Ahmad Muzani yang menjadi pembicara di hadapan 15.000 santri Nurul Iman.

Kedatangan Bapak H. Ahmad Muzani tidak sendiri, beliau ditemani oleh Komandan Komando Nasional Menwa Indonesia Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA. Keduanya tiba di pondok tepat pada saat adzan Isya berkumandang dan disambut langsung oleh Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si serta putra beliau yang juga menjabat sebagai Pimpinan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Habib Muhammad Waliyullah bin Habib Saggaf BSA.

Sebelum menuju tempat digelarnya acara, Habib Muhammad Waliyullah mengajak kedua tamu kehormatan tersebut untuk melihat langsung dapur Nurul Iman, tempat di mana 5 ton beras dimasak setiap harinya untuk konsumsi 15.000 santri. Bahkan, keduanya juga sempat diajak untuk menziarahi makam Syekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim.

Di hadapan 15.000 santri yang hadir, Bapak Ahmad Muzani memuji dan mengapresiasi santri Nurul Iman dalam berbagai hal. Baik dari kedisiplinan, kebhinekaan, bakat, dan lain sebagainya. “Kalian yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk menimba ilmu di pesantren ini adalah contoh pancasila. Semua aspek kehidupan yang kalian lakukan setiap harinya adalah pancasila”, ungkapnya.

Bapak Ahmad Muzani juga memotivasi santri untuk tidak cepat merasa puas dalam menuntut ilmu. Beliau berharap agar santri terus rajin membaca, bertanya pada guru, berdiskusi dengan teman, dan berinovasi. Menurutnya, yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah orang-orang yang berasal dari kalangan pesantren. “Saya yakin, 15-20 tahun yang akan datang, kalian akan menjadi orang sukses dan mengisi pembangunan negeri ini” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata antara kedua belah pihak, baik dari Al Ashriyyah Nurul Iman untuk Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, maupun sebaliknya.

 

 

 

Oleh: Akbar Rifqi (Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply