Nurul Iman News – Ustadzah Santika, salah satu alumni Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman yang menjadi guru TK di Malaysia datang membawa rombongan untuk mengadakan studi banding pada Jum’at siang (10/2).3
Rombongan dengan jumlah 22 orang tersebut merupakan guru –guru dari tingkatan TK hingga SMA di Integrated Islamic School Shah Alam Malaysia. Mereka tiba di Al AshriyyahNurul Iman pada pukul 10.00 WIB dan oleh pengurus Yayasan Al Ashriyyah  Nurul Iman disambut dengan hangat dan ramah. Oleh humas yayasan Ustadz Ibrahim, S. Pd. I. yang dibantu oleh bagian penerima tamu (Bapenta) serta Resimen Mahasiswa,  rombongan diajak untuk berkeliling pesantren untuk mengamati kehidupan para santri, asrama-asrama, bangunan sekolah, hingga instansi dan wirausaha-wirausaha yang  pesantren seperti peternakan dan daur ulang sampah yang merupakan awal wirausaha di pesantren.
Rombongan ini kali pertama datang ke Indonesia, namun sebelumnya mereka telah melakukan kegiatan yang sama di London, Inggris. Tetapi mereka lebih mendapatkan perbedaan di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman “Begitu bagus, anak-anaknya begitu mandiri dan disiplin, apalagi saat mengikuti salat Jum’at tadi dengan 7000 santri putra sangatlah tenang, saya sungguh kagum” ujar bapak Muhammad Safwan, selaku ketua rombongan. Beliau juga berharap kedepannya Al Ashriyyah Nurul Iman dan lembaga pendidikan Malaysia khususnya Integrated Islamic School Shah Alam bisa lebih erat dalam menjalin silaturahim seperti pertukaran siswa atau dewan pengajar, “Karena kami sungguh salut dengan sistem pendidikan dan kehidupan disini” tambah bapak Safwan sambil mengacungkan jempol saat diwawancarai oleh tim Redaksi Nurul Iman.1
Usai salat Jum’at anggota rombongan menyantap makan siang dikediaman yang mulia Umi Waheeda. Disana, Umi menjelaskan bagaimana beliau membina pesantren dengan jumlah santri mencapai 15.000 tanpa mereka dipungut biaya. Peserta rombongan pun tambah kagum dan merasa bersyukur bisa menjalin silaturahim dengan Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School terlebihnya Umi Waheeda. “Kami tidak hanya senang, melainkan sangat gembira. Kami belajar dari Umi membina ketiadaan menjadi suatu yang mandiri, mendidik anak-anak untuk melihat masa depan dengan niat untuk Allah SWT dan Rasulullah SAW, kami akan mengaplikasikannya disana” ujar ibu Sobariah Faridah selaku pemilik Integrated Islamic School Shah Alam Malaysia.4
Tepat pukul 14.00 WIB mereka pulang dengan senyuman, segudang ilmu, dan beberapa goodybag yang berisi cindra mata Nurul Iman ditangan mereka. Semoga kegiatan ini pula akan mempererat silaturahim regional antara Indonesia dan Malaysia. Amin
Dilaporkan Oleh : Dolhy M Harahap (Staff Redaksi Al Ashriyyah Nurul Iman)

Leave a Reply