Studi Banding Pesantren TebuirengAwal bulan Mei ini nampaknya menjadi kebanggaan Yayasan al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School. Pasalnya, Nurul Iman kedatangan segenap pimpinan dan pengurus Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, Kamis, 1 Mei 2014. Kehadiran pesantren yang didirikan K.H. Hasyim Asy’arie itu adalah dalam rangka studi banding.

Rombongan tiba di Nurul Iman pada 12.00 WIB kemudian langsung disambut hangat oleh seluruh santri yang sudah menunggu sejak pagi. Acara penyambutan dilangsungkan di Masjid Toha. Sejumlah kreasi seni santri ditampilkan untuk menghibur segenap tamu dari pesantren terbesar di Jombang itu. Diantaranya Team Demo Porsigal Nurul Iman dan tari melayu oleh santriwati.

Kedatangan pengurus Pesantren Tebuireng tidak hanya sebatas awal dari silaturahmi. Abah, pendiri Yayasan al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School nyatanya berhubungan baik dengan Alm. Abdurrahman Wahid (Gusdur.) Pesantren Tebuireng menilai Nurul Iman patut dijadikan contoh sebagai pesantren baru yang mampu memberikan pendidikan gratis bagi anak bangsa. Itulah yang menjadi tujuan kedatangan mereka.

“Kedatangan kami kesini ingin belajar atas keberhasilan Nurul Iman, terutama dalam hal administrasi dan sistem pendidikan. Karena pimpinan kami (K.H. Solahudin Wahid) mengatakan kita harus selalu belajar dengan siapa saja.” Jelas Ir. Hadi Ali Ghoffar, Bidang Akademik Pesantren Tebuireng di tengah sambutannya.

Pesantren Tebuireng kian menjadi penguat persatuan pesantren di Indonesia seperti yang pernah dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Pimpinan Pesantren se-Indonesia (MP3I) di Nurul Iman beberapa waktu lalu. Baca selengkapnya di artikel Kuatkan MP3I, Pengasuh Pesantren se-Indonesia Musyawah di Nurul Iman.

Leave a Reply